⌂ Beranda News Harga Emas Dunia Terkoreksi, JP Morgan dan Goldman Sachs Tetap Bullish

Harga Emas Dunia Terkoreksi, JP Morgan dan Goldman Sachs Tetap Bullish

Harga Emas Dunia Terkoreksi, JP Morgan dan Goldman Sachs Tetap Bullish
Grafik fluktuasi harga emas dunia
A A Ukuran Teks16px

Harga emas dunia kembali menunjukkan fluktuasi dengan kecenderungan melemah dalam sepekan terakhir.

Pada Jumat (5/6/2026), harga emas spot diperdagangkan di kisaran US$ 4.327 per troy ounce, turun sekitar 3% dalam sehari dan melemah lebih dari 4% secara mingguan.

>>> Lenovo Luncurkan Empat Monitor Gaming LOQ di Indonesia, Mulai Rp1 Jutaan

Meskipun memasuki fase koreksi, sejumlah bank besar global seperti JP Morgan, Goldman Sachs, dan ANZ masih mempertahankan proyeksi bullish untuk jangka panjang.

Proyeksi Bank Besar

JP Morgan menurunkan perkiraan rata-rata harga emas tahun 2026 dari US$ 5.708 menjadi US$ 5.243 per troy ounce untuk jangka pendek.

Namun, target harga emas akhir tahun 2026 tetap di kisaran US$ 6.000 per troy ounce.

>>> Pasar Gas Global Soroti Dampak Cuaca Asia dan Permintaan LNG China

"Kami mempertahankan prospek bullish jangka menengah dan memperkirakan permintaan emas dari investor dan bank sentral akan kembali meningkat pada paruh kedua 2026 setelah ketidakpastian energi dan inflasi mereda," ungkap analis JP Morgan.

Goldman Sachs juga tetap optimistis dengan target harga emas US$ 5.400 per troy ounce hingga akhir 2026.

Mereka mengingatkan adanya potensi tekanan jangka pendek akibat aksi jual untuk likuiditas tunai.

>>> Klive Beach Club dan Happiness Foundation Gelar Kegiatan Sosial untuk Anak-Anak di Bali

"Minat mendasar yang kuat terhadap emas tetap terlihat jelas," kata analis Goldman Sachs.

Sementara itu, ANZ memproyeksikan harga emas bisa mencapai US$ 5.600 per troy ounce pada akhir 2026.

Di sisi lain, Commerzbank memangkas target harga emas akhir 2026 dari US$ 5.000 menjadi US$ 4.800 per troy ounce.

>>> Mandy Moore Produksi Serial Drama tentang Program Bayi Tabung

Mereka menilai ekspektasi suku bunga tinggi di AS masih akan membatasi pergerakan emas dalam beberapa bulan ke depan.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru