Sekretaris Jenderal International Economic Association (IEA) Lili Yan Ing menilai fenomena 'Kabur Aja Dulu' di media sosial sebagai cerminan kegagalan penyediaan lapangan kerja berkualitas bagi generasi muda Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan melalui akun TikTok pribadinya yang dikutip pada Minggu (7/6/2026).
>>> Transmart Full Day Sale: Diskon Tangga Multifungsi Jadi Rp 1.399.900
"Kita harus menanggapinya secara serius. Ini adalah bukti kegagalan kita menciptakan lapangan kerja yang berkualitas bagi pemuda-pemudi Indonesia," ungkap Lili Yan Ing.
Ia mengakui hak setiap individu untuk tinggal dan bekerja di luar negeri. Namun, ia berharap masyarakat dengan pendidikan dan kapasitas lebih tinggi tetap berkontribusi bagi pembangunan dalam negeri.
"Sehingga kita dapat menciptakan lapangan kerja yang berkualitas bagi putra-putri Indonesia," katanya.
Tiga Rekomendasi Strategis
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Lili Yan Ing menawarkan tiga rekomendasi strategis.
>>> MPV Dominasi Pasar Mobil Bekas Indonesia Jelang Libur Sekolah
Pertama, percepatan reformasi birokrasi menyeluruh untuk membenahi hambatan perizinan investasi, ekspor, dan impor.
Kedua, peningkatan keterampilan individu di bidang teknologi dan pengabdian masyarakat.
"Apa pun bentuknya, mulai dari kerja sosial, pengabdian kepada masyarakat, hingga bidang-bidang lain yang berguna bagi masyarakat," imbuhnya.
>>> Jetour T1 Resmi Meluncur di Indonesia, Harga Mulai Rp388 Juta
Ketiga, Lili Yan Ing mengajak kelompok masyarakat terpelajar mengambil peran lebih besar.
Ia mencatat ada sekitar 290 juta jiwa penduduk Indonesia, dengan 67 persen di antaranya berada di kelompok pendapatan menengah ke bawah.
Generasi muda yang memiliki akses pendidikan dan pengetahuan luas diharapkan menjadi motor penggerak kemajuan bangsa.
"Anda putra-putri terbaik bangsa. Saya yakin Anda bisa memberikan kontribusi bagi mereka yang betul-betul membutuhkan.
>>> Link DANA Kaget 7 Juni 2026: Klaim Saldo Gratis Sebelum Habis
Mari kita berbakti kepada negeri," tandas Lili Yan Ing.