⌂ Beranda News Portugal Tekuk Chili dalam Laga Persahabatan Penuh Kontroversi Kartu Merah

Portugal Tekuk Chili dalam Laga Persahabatan Penuh Kontroversi Kartu Merah

Portugal Tekuk Chili dalam Laga Persahabatan Penuh Kontroversi Kartu Merah
Pertandingan persahabatan Portugal vs Chili dengan kartu merah
A A Ukuran Teks16px

Tim nasional Portugal menghadapi kendala besar menjelang Piala Dunia setelah pertandingan persahabatan melawan Chili di Estádio Nacional, Oeiras, berujung kekacauan akibat dua kartu merah langsung pada Sabtu malam, 6 Juni 2026.

Insiden bermula menjelang akhir babak pertama dari perebutan bola antara João Cancelo dan Felipe Faundez di garis gawang.

>>> Timnas Albania Jamu Luksemburg demi Bangkit dari Tren Negatif

Iván Román kemudian terlibat hingga menabrakkan kepalanya ke Cancelo.

Penyerang Portugal Rafael Leão kehilangan kendali diri, mencengkeram leher Román dengan kedua tangannya, dan mendorongnya hingga terjatuh ke tanah sehingga memicu keributan massal antar kedua tim.

Wasit bertindak tegas dengan mengusir Román dan Leão dari lapangan melalui kartu merah langsung, sementara Cancelo lolos dari hukuman pribadi.

Akibat kartu merah ini, Leão dipastikan absen pada laga persahabatan terakhir melawan Nigeria pada 10 Juni.

Namun ia terancam absen pada laga pembuka Piala Dunia melawan Kongo pada 17 Juni jika FIFA menjatuhkan sanksi yang lebih berat.

Kasus Leão serupa dengan penyerang Curaçao Jürgen Locadia yang mendapat kartu merah langsung saat melawan Skotlandia akibat sikutan keras.

Mantan pemain PSV tersebut akhirnya hanya dihukum satu pertandingan dan tetap bisa tampil di laga perdana Piala Dunia melawan Jerman.

>>> Beppe Marotta Ungkap Alasan Tinggalkan Juventus dan Target Bersama Inter

Insiden Lagu Kebangsaan

Selain keributan di lapangan, pertandingan ini memicu gelombang kritik sebelum kick-off karena lagu kebangsaan Chili terhenti sebelum selesai dan langsung disusul oleh pemutaran lagu kebangsaan Portugal.

Kejadian tersebut membuat para pemain dan pendukung Chili tidak dapat menyelesaikan lagu kebangsaan mereka secara penuh karena lagu negara tuan rumah sudah mulai diputar.

Komentator Ziggo Sport Johan van Polanen memberikan kritik tajam dan menilai tindakan penyelenggara tersebut sebagai bentuk kurangnya rasa hormat terhadap tim tamu.

"Ya, mereka memang bisa bermain sepak bola, tapi ini tetap saja sedikit tidak sopan.

Dengan tidak membiarkan para pemain Chili menyanyikan lagu kebangsaan mereka sampai selesai, lagu kebangsaan tersebut terpotong," ujar Johan van Polanen.

Johan van Polanen menambahkan bahwa pemutaran lagu tuan rumah di tengah lagu tim tamu memang sesuai dengan skenario aturan, namun panitia seharusnya bisa lebih fleksibel melihat situasi nyata di lapangan.

"And fast forward to the moment the national anthem of Chile was being sung, the national anthem of the home country had already started," kata Johan van Polanen.

>>> Timnas Jerman Uji Coba Lawan Amerika Serikat di Chicago

Pihak stasiun televisi kembali menegaskan kekecewaan sang komentator terhadap manajemen prosesi sebelum pertandingan tersebut.

"Yes, that's how it is in the script, but, well, you can also just watch what is happening on the pitch," tutur Johan van Polanen.

Di sisi lain, sorotan pertandingan juga tertuju pada penampilan penjaga gawang utama Chili, Lawrence Vigouroux.

Vigouroux merupakan kiper berusia 32 tahun kelahiran London yang saat ini membela Swansea City.

Ia memiliki darah Chili dan Jamaika dan memilih membela timnas Chili sejak debutnya pada 2025.

Vigouroux tercatat telah bermain sebanyak 52 kali serta kebobolan 69 gol sepanjang musim 2025/2026 di Championship Inggris.

Pertandingan di Oeiras ini menjadi bagian akhir dari persiapan Portugal menuju Piala Dunia di Amerika Serikat.

>>> Jerman Ungguli Amerika Serikat Lewat Gol Cepat Kai Havertz

Perhatian khusus tetap mengarah pada kesiapan kapten Cristiano Ronaldo yang bersiap melakoni Piala Dunia keenamnya.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru