⌂ Beranda News DR Kongo Siapkan Strategi Berisiko Hadapi Portugal di Piala Dunia

DR Kongo Siapkan Strategi Berisiko Hadapi Portugal di Piala Dunia

DR Kongo Siapkan Strategi Berisiko Hadapi Portugal di Piala Dunia
Pemain timnas DR Kongo berlatih menjelang laga Piala Dunia melawan Portugal
A A Ukuran Teks16px

Tim nasional Republik Demokratik Kongo bersiap mengambil risiko dan bermain tanpa rasa takut demi mengejutkan Portugal pada pertandingan pertama mereka di Piala Dunia.

Laga tersebut akan berlangsung di Houston pada Selasa (16/6).

>>> Messi dan Ronaldo Siap Tampil di Piala Dunia 2026

Ini menjadi partisipasi pertama DR Kongo dalam 52 tahun terakhir.

Terakhir kali mereka tampil dengan nama Zaire pada Piala Dunia 1974, di mana mereka menelan tiga kekalahan tanpa mencetak gol dan kebobolan 14 kali.

Pelatih Sebastien Desabre menekankan pentingnya kesiapan mental menghadapi tekanan besar. "Yang harus kami lakukan adalah menghadapi tekanan, tekanan dari pertandingan pertama," ujarnya.

"Saya ingin tim saya bermain, jadi kami akan mengambil risiko. Risiko itu akan terukur."

>>> Zinedine Zidane Hadir Dukung Debut Luca Zidane di Piala Dunia 2026

Desabre juga menegaskan bahwa anak asuhnya tidak merasa takut. "Tidak ada rasa takut menjelang acara besar seperti ini," katanya.

DR Kongo akan menghadapi tim yang dipimpin kapten berusia 41 tahun, Cristiano Ronaldo.

Namun, skuad asuhan Desabre berniat memanfaatkan momentum kelengahan yang kerap dialami tim-tim besar pada laga pembuka turnamen.

Tim saat ini diperkuat pemain dari liga kompetitif Eropa serta penyerang cepat yang siap merepotkan Portugal. Mereka berada di Grup K bersama Kolombia dan Uzbekistan.

"Kami juga memiliki kekuatan besar yang akan kami gunakan di lapangan dan kami akan memulai dengan gaya bermain spesifik kami sendiri.

>>> Timnas Iran Harus Tinggalkan AS Usai Laga Perdana Piala Dunia

Kami sangat termotivasi dan bersemangat bermain melawan tim besar seperti itu," tambah Desabre.

Juru taktik tersebut memiliki beberapa opsi taktis yang akan disesuaikan dengan perkembangan situasi. "Ada beberapa opsi.

Kami akan memulai dengan satu opsi... dan berdasarkan keseimbangan kekuatan, kami akan lihat," ucapnya.

Persiapan sempat terganggu oleh wabah virus Ebola di dalam negeri. Namun, mayoritas pemain yang berkarier di Eropa membuat program latihan tidak terlalu terdampak.

>>> Shenzhen InnoX Academy Cetak Puluhan Startup AI yang Tembus Pasar Global

Keterbatasan perjalanan diprediksi mengurangi jumlah pendukung yang hadir langsung. Hal ini justru dijadikan motivasi tambahan demi memenuhi target lolos ke babak berikutnya.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru