PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkuat komitmennya dalam mendukung agenda nasional pengendalian perubahan iklim global.
Langkah tersebut diwujudkan melalui integrasi prinsip keberlanjutan secara menyeluruh ke dalam aktivitas operasional perusahaan.
>>> BRI Salurkan Kredit Perumahan Nasional Rp9,21 Triliun hingga Mei 2026
Sebagai pengembang dan operator jalan tol terbesar di Indonesia, Jasa Marga memandang strategi mitigasi dampak lingkungan sebagai bagian krusial dari rencana bisnis jangka panjang.
Kebijakan ini diterapkan untuk menyelaraskan target pemangkasan emisi Gas Rumah Kaca yang dicanangkan pemerintah.
Pelaksanaan program pelestarian lingkungan menyentuh berbagai lini.
Mulai dari pemantauan cuaca ekstrem, pembangunan infrastruktur tahan bencana, hingga perluasan ruang terbuka hijau di area jalan tol.
Adaptasi iklim juga dilakukan dengan memilih material jalan yang memiliki ketahanan tinggi terhadap suhu panas ekstrem.
Langkah ini diambil guna mengantisipasi dampak pemanasan global yang kian terasa di berbagai daerah.
Selain itu, pengelolaan sumber daya air dan program konservasi berkelanjutan terus diperkuat.
Manajemen emisi karbon juga dioptimalkan melalui penggunaan armada bertenaga listrik serta pemasangan panel surya pada sejumlah fasilitas operasional perusahaan.
>>> Mama Yasinta Ajukan Perlindungan ke LPSK Usai Lapor Sutradara Film Pesta Babi
Roadmap Net Zero Emission
Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menyatakan bahwa seluruh langkah ramah lingkungan ini mengacu pada peta jalan yang telah dirancang matang.
"Penyusunan Roadmap NZE ini merupakan manifestasi dari komitmen Jasa Marga untuk berperan aktif dalam upaya nasional menghadapi krisis iklim global," jelas Rivan.
Peta jalan tersebut memuat kalkulasi emisi dasar serta proyeksi skenario pengurangan karbon demi mengawal pencapaian target korporasi di masa depan.
Komitmen pelestarian ekosistem dibuktikan lewat aksi nyata sepanjang tahun 2025, salah satunya penanaman 31.130 bibit pohon di sepanjang kawasan operasional tol.
Langkah penghijauan tersebut berfungsi mengoptimalkan penyerapan karbon sekaligus memperkuat fungsi ekologis. Jasa Marga memastikan program serupa akan terus digulirkan secara konsisten.
Dari sisi standardisasi, sejumlah jalur tol milik perusahaan berhasil meraih sertifikasi Green Toll Road Indonesia.
Hingga kini, sertifikat tersebut dimiliki oleh empat ruas jalan tol utama, yaitu Jalan Tol Bali Mandara, Jalan Tol Kunciran-Serpong, Jalan Tol Gempol-Pandaan, dan Jalan Tol Pandaan-Malang.
Inovasi di sektor energi terbarukan diwujudkan melalui penerapan teknologi Hybrid Wind Tree di Jalan Tol Probolinggo-Situbondo-Banyuwangi.
>>> LPDP Buka Beasiswa S3 Co-Funding 2026 ke Empat Negara
Sistem turbin angin berbentuk pohon yang dipadukan dengan panel surya ini meraih rekor MURI.
Guna mempercepat konversi energi bersih bagi publik, Jasa Marga turut menambah fasilitas pengisian daya baterai kendaraan listrik secara masif di area rehat.
"Kami juga telah menambah jumlah SPKLU dan kini tersedia 144 titik layanan di seluruh rest area Jasa Marga Group," tambah Rivan.
Berbagai langkah strategis ini membawa Jasa Marga meraih Indonesia Green Awards 2026 atas keberhasilan tata kelola sampah di Rest Area Travoy KM 88B Tol Cipularang.
Penghargaan Gold Rank dalam Asia Sustainability Report Rating 2025 dan tiga apresiasi di Top CSR Awards 2026 juga berhasil diraih.
Sektor penghematan energi mencatat capaian positif sepanjang 2025, dengan penurunan pemakaian listrik total mencapai 1,87 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Di area kantor pusat, penghematan penggunaan daya listrik menyentuh angka 7,89 persen, sementara konsumsi bahan bakar minyak untuk operasional mampu dipangkas hingga 2,56 persen.
Rivan menegaskan komitmen penanganan isu iklim telah mengakar kuat menjadi kultur kerja seluruh elemen di bawah pengawasan langsung Komite Sustainability.
>>> Bahrain dan Kuwait Cegat Tujuh Rudal Balistik Iran di Kawasan Teluk
"Mitigasi perubahan iklim telah kami integrasikan sebagai tanggung jawab kolektif seluruh insan Jasa Marga," tutup Rivan.