⌂ Beranda News Bahrain dan Kuwait Cegat Tujuh Rudal Balistik Iran di Kawasan Teluk

Bahrain dan Kuwait Cegat Tujuh Rudal Balistik Iran di Kawasan Teluk

Bahrain dan Kuwait Cegat Tujuh Rudal Balistik Iran di Kawasan Teluk
Ilustrasi rudal balistik Iran dicegat pertahanan udara Bahrain dan Kuwait
A A Ukuran Teks16px

Pemerintah Bahrain dan militer Kuwait berhasil mencegat tujuh rudal balistik yang diluncurkan militer Iran ke wilayah mereka pada Sabtu (6/6/2026) pagi waktu setempat.

Ketegangan baru di kawasan Teluk ini terjadi setelah pasukan Amerika Serikat (AS) menyerang dua situs radar pengawasan pantai milik Iran.

>>> PNM Rombak Struktur Direksi dan Komisaris untuk Perkuat Kepemimpinan

Komando Pusat AS (Centcom) mengonfirmasi bahwa penembakan jatuh empat drone serang satu arah Iran di Selat Hormuz telah memicu eskalasi.

Sebagai balasan, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran melepaskan tujuh rudal balistik. Enam rudal dicegat pertahanan udara dan satu rudal gagal mencapai target.

Kementerian Luar Negeri Bahrain menyatakan kepada AFP bahwa tindakan Iran tersebut merupakan agresi terang-terangan yang melanggar kedaulatan nasional.

Manama juga menuduh Teheran melanggar Resolusi Dewan Keamanan PBB 2817 (2026) terkait keamanan navigasi internasional dan penutupan Selat Hormuz.

"Kementerian Luar Negeri mengutuk keras serangan terbaru Republik Islam Iran terhadap Kerajaan Bahrain dan negara saudara kita Kuwait," bunyi pernyataan itu.

Pemerintah Bahrain mendesak Iran segera menghentikan serangan, membuka Selat Hormuz, mengungkap lokasi ranjau laut, dan memfasilitasi keberangkatan 20.000 pelaut yang terdampar.

Di sisi lain, stasiun penyiaran Iran IRIB melaporkan beberapa ledakan terdengar di Sirik sekitar pukul 2.30 dini hari, meski belum ada komentar resmi mengenai detail suara tersebut.

Konflik yang meluas ini mengancam gencatan senjata yang berlaku sejak 8 April karena negosiasi perdamaian permanen mengalami kebuntuan terkait perubahan persyaratan perjanjian.

>>> Menkeu Purbaya Buka Peluang Revisi Aturan Devisa Hasil Ekspor SDA

Di tengah situasi ini, Presiden AS Donald Trump memberikan penilaian mengenai sisa kapasitas persenjataan militer Teheran saat ini.

"Mereka memiliki beberapa rudal, mereka memiliki beberapa drone. Saya akan mengatakan, secara persentase, mungkin 21, 22 persen dari rudal mereka," ungkap Trump.

Trump menambahkan bahwa jumlah tersebut masih tergolong banyak, namun situasinya sudah berbeda dibandingkan saat militer Amerika Serikat melakukan serangan pertama kali.

Menurut Trump, para pemimpin Iran saat ini masih belum bersedia mencapai kesepakatan damai karena terhalang oleh faktor harga diri yang besar.

"Karena mereka kuat. Mereka bangga.

Ada hal-hal yang tidak pernah mereka duga akan mereka lakukan yang harus mereka lakukan, mereka tidak punya pilihan, dan itu membutuhkan sedikit waktu," kata Trump.

Pemerintah Iran sendiri mensyaratkan pencairan aset 24 miliar dolar AS yang dibekukan serta penarikan pasukan Israel dari Lebanon selatan jika AS menginginkan kesepakatan damai.

>>> Kemdikbud Cairkan Dana PIP 2026 Mulai Juni, Ini Besaran Bantuan Tiap Jenjang

Trump menegaskan bahwa Washington akan segera mengambil keputusan tegas terkait hubungan dengan Iran.

"We’re going to come out of Iran very quickly and it’s going to be very strong one way or the other, whether it’s a piece of paper or the very tough way," kata Trump.

Trump mengakui bahwa upaya penyelesaian konflik ini merupakan sebuah hal yang sangat sulit untuk dilakukan.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi membantah tuduhan Presiden Lebanon Joseph Aoun yang menyebut Teheran menggunakan negaranya sebagai posisi tawar.

"Had Lebanon been a bargaining chip for Iran, we’d have a deal long ago," kata Araghchi.

Araghchi meminta Presiden Lebanon untuk mengalihkan fokus pertahanan negaranya kepada musuh yang sebenarnya di tengah pertempuran antara Israel dan Hizbullah.

"Save Lebanon from your real foe, Mr. President," tambah Araghchi.

Di tengah kecaman Kementerian Kesehatan Lebanon terhadap serangan yang menargetkan paramedis, hubungan AS dan Iran menunjukkan anomali lain.

>>> Kementerian PU Kejar Target 93 Sekolah Rakyat Rampung Juni 2026

Pemerintah AS tetap memberikan visa bagi tim sepak bola nasional Iran untuk bertanding dalam Piala Dunia di Los Angeles pada pertengahan Juni mendatang.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru