PT Permodalan Nasional Madani (Persero) melakukan penyesuaian struktur organisasi melalui pelantikan jajaran dewan komisaris dan direksi baru di Jakarta pada Sabtu (6/6/2026).
Langkah strategis ini diambil perusahaan untuk menjawab tantangan tata kelola dan penguatan kepemimpinan jangka panjang.
>>> Menkeu Purbaya Buka Peluang Revisi Aturan Devisa Hasil Ekspor SDA
Perubahan formasi manajemen menetapkan Marsudi Syuhud sebagai Komisaris Independen dan Temmy Satya Permana sebagai Komisaris. Posisi Direktur Operasional dan Hubungan Kelembagaan kini dijabat oleh L.
Dodot Patria Ary Suprianto.
Susunan kepemimpinan baru melengkapi struktur manajemen PNM yang dipimpin oleh Kindaris sebagai Direktur Utama dan Sunar Basuki selaku Wakil Direktur Utama.
Manajemen menilai restrukturisasi ini krusial mengingat tanggung jawab besar perusahaan dalam memberdayakan jutaan perempuan pengusaha ultra mikro di Indonesia.
Kondisi lanskap ekonomi yang terus berubah dan arus digitalisasi menuntut efisiensi tinggi dari PNM yang kini berstatus sebagai Persero.
Perubahan status ini membawa konsekuensi bagi perusahaan untuk bergerak lebih adaptif dan lincah demi memenuhi ekspektasi pemegang saham sekaligus menjaga misi sosial korporasi.
>>> Kemdikbud Cairkan Dana PIP 2026 Mulai Juni, Ini Besaran Bantuan Tiap Jenjang
Direktur Utama PNM, Kindaris menekankan bahwa keberhasilan transformasi organisasi akan sangat ditentukan oleh kualitas adaptasi sumber daya manusia.
"Di tengah berbagai perubahan, PNM terus melakukan penguatan dan pembaruan di berbagai aspek organisasi.
Namun perubahan yang paling menentukan adalah perubahan pada manusianya, bagaimana kita terus belajar, beradaptasi, membuka diri terhadap cara berpikir baru, dan bertumbuh menjadi pemimpin yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai kemanusiaan," kata Kindaris.
Pemberdayaan perempuan prasejahtera melalui program pembiayaan membuat PNM memiliki tantangan yang berbeda dengan lembaga keuangan biasa.
Keselarasan antara pencapaian target bisnis dan budaya kerja yang berorientasi pada kemanfaatan sosial menjadi fokus utama kepemimpinan saat ini.
"Kita bekerja dengan hati. Kita hadir untuk memberdayakan.
Kita tumbuh bersama jutaan perempuan prasejahtera yang setiap harinya berjuang untuk keluarganya.
>>> Kementerian PU Kejar Target 93 Sekolah Rakyat Rampung Juni 2026
Setiap keputusan yang kita ambil sebagai pemimpin harus selalu berpijak pada empati, keteladanan, dan keberpihakan pada kemajuan bersama," ujar Kindaris.
Manajemen optimistis nilai gotong royong dan kolaborasi internal yang telah dibangun selama lebih dari dua dekade akan menjadi modal utama dalam melewati masa transisi.
Proses transformasi ini dipandang bukan sekadar pergantian jabatan, melainkan peluang membentuk organisasi yang lebih tangguh.
"Perjalanan ke depan tentu tidak selalu mudah. Akan ada target yang harus dicapai, perubahan yang harus dijalankan, dan tantangan yang harus diselesaikan.
Namun saya percaya, dengan semangat kolaborasi dan budaya saling menguatkan yang selama ini menjadi kekuatan PNM, kita akan mampu melewati setiap proses transformasi dengan baik," kata Kindaris.
Pihak PNM menggarisbawahi bahwa penyesuaian ini diproyeksikan untuk memperluas dampak positif bagi seluruh keluarga prasejahtera yang menjadi mitra binaan.
>>> Daftar Harga Mobil Suzuki Ertiga Bekas Terbaru 2026 untuk Semua Tipe
"Transformasi adalah upaya membangun organisasi yang semakin relevan, tangguh, dan mampu menghadirkan dampak yang lebih luas bagi jutaan keluarga Indonesia yang menjadi bagian dari perjalanan pemberdayaan PNM," kata Kindaris.