Pemerintah Provinsi Maluku Utara bersama pelaku industri menggenjot penerapan standar keberlanjutan global dalam hilirisasi nikel. Langkah ini dilakukan demi menjaga daya saing di pasar internasional.
Diskusi lintas pemangku kepentingan digelar oleh Kadin Komite Bilateral UK dan Irlandia di Jakarta.
>>> D'Masiv Rilis Lagu On Our Own, Tandai Era Baru sebagai Band Independen
Sektor pengolahan nikel menjadi motor utama setelah realisasi investasi hilirisasi kuartal I 2026 nasional mencapai Rp 147,5 triliun.
Nikel menyerap Rp 41,5 triliun dari total investasi tersebut. Aktivitas pertambangan ini memicu pertumbuhan ekonomi Maluku Utara hingga 19,64% pada kuartal pertama 2026.
Komoditas besi baja, nikel, dan bahan kimia anorganik mendominasi ekspor daerah sebesar 96,65%.
Ketua ESDM Kadin Komite Bilateral UK dan Irlandia, Ovan Tito, memaparkan hasil kunjungan lapangan ke Indonesia Weda-bay Industrial Park (IWIP).
"Banyak peserta datang dengan berbagai perspektif dan ekspektasi mengenai industri nikel Indonesia.
Namun setelah melihat langsung operasional di lapangan, investasi lingkungan yang dilakukan, serta keterbukaan berbagai pihak dalam berdialog, kami melihat sebuah ekosistem industri yang beroperasi pada skala kelas dunia dan terus berupaya meningkatkan standar keberlanjutannya," ujar Ovan Tito.
Peningkatan ekspor produk turunan nikel nasional melonjak hampir sepuluh kali lipat dari US$ 3,3 miliar pada 2018 menjadi sekitar US$ 34 miliar pada 2024.
>>> 155 Pilihan Nama Bayi Perempuan Lembut dan Berkelas Beserta Artinya
Maluku Utara kini menyumbang sekitar 13-15% pasokan nikel dunia.
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menegaskan bahwa indikator keberhasilan tidak boleh hanya bersandar pada angka pertumbuhan ekonomi dan investasi.
"Karena itu kami sedang memperkuat pendidikan dan keterampilan masyarakat agar lebih banyak warga Maluku Utara dapat mengambil peran yang lebih besar dalam industri.
Kami juga sedang mendorong pengembangan pendidikan vokasi dan politeknik yang relevan dengan kebutuhan sektor industri, sehingga ke depan semakin banyak masyarakat lokal yang dapat mengisi posisi-posisi strategis," ucap Sherly Tjoanda.
Pemerintah daerah juga menargetkan peningkatan akses pendidikan, layanan kesehatan, serta infrastruktur bagi masyarakat lokal hingga tahun 2030.
Executive Director NiPERA, Chris Schlekat, menilai tuntutan pasar global terhadap bukti praktik ESG yang tersertifikasi akan semakin ketat.
>>> Medcom.id Gelar Try Out Beasiswa OSC S1 2026 pada 6 Juni
"Ke depan, akses pasar global akan semakin ditentukan oleh kemampuan produsen untuk menunjukkan praktik lingkungan, sosial, dan tata kelola yang dapat diverifikasi.
Karena itu, penting bagi industri untuk mengacu pada standar yang kredibel, relevan, dan berbasis sains agar klaim mengenai praktik-praktik tersebut dapat diukur secara objektif," tutur Chris Schlekat.
Sorotan terhadap aspek keberlanjutan ini menjadi krusial mengingat posisi strategis Indonesia dalam rantai pasok mineral kritis dunia untuk transisi energi.
Co-head of Responsible Sourcing Glencore, Ilse Schoeters, menyoroti kecepatan perkembangan industri nikel di Indonesia yang tumbuh pesat dalam waktu kurang dari satu dekade.
"Industri nikel Indonesia berkembang dalam kecepatan yang luar biasa.
Dalam waktu kurang dari satu dekade, kawasan industri dan rantai nilai yang kompleks telah tumbuh dengan sangat cepat.
Kami melihat ada perusahaan yang sudah menunjukkan kemajuan dalam mengintegrasikan ESG ke dalam operasionalnya, sementara beberapa yang lain masih dalam proses membangun sistem yang diperlukan," ujar Ilse Schoeters.
>>> Bank Mandiri Taspen Pecat Pegawai Terkait Penipuan Investasi di Purwokerto
Dialog internasional ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan North Maluku Sustainability Trip yang sebelumnya telah dilaksanakan di kawasan IWIP pada 1-2 Juni lalu.