PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) terus memperkuat komitmennya terhadap pengelolaan environmental, social, and governance (ESG).
Hal ini dibuktikan dengan peningkatan skor Shadow Rating ESG tahun 2025 menjadi 32,33.
>>> Mitsubishi Naikkan Harga Xpander dan Xpander Cross per Juni 2026
Angka tersebut mencerminkan tren perbaikan yang berkelanjutan dari tahun ke tahun. Semakin rendah skor yang diperoleh, semakin optimal manajemen risiko ESG yang diterapkan perusahaan.
Simulasi Shadow Rating sebagai Evaluasi Internal
Sebagai langkah persiapan, ADHI menggelar simulasi Shadow Rating. Proses ini berfungsi sebagai instrumen evaluasi internal dan tolok ukur kesiapan sebelum penilaian resmi.
Penilaian Shadow Rating dilakukan oleh Badan Kerja Sama dan Manajemen Pengembangan (BKMP) Universitas Airlangga. Metodologi yang digunakan mengacu pada framework Sustainalytics.
>>> Philip Dujic Pimpin Laga Persahabatan Irak vs Venezuela di Chicago
Penilaian mencakup tata kelola perusahaan, relasi dengan pemangku kepentingan, hingga isu material di industri konstruksi. Risiko eksternal dan dinamika yang memengaruhi kelangsungan bisnis jangka panjang juga dievaluasi.
ADHI berada dalam sektor engineering & construction (E&C) yang menghadapi tantangan ESG kompleks. Isu krusial meliputi keselamatan kerja, pengelolaan rantai pasok, dan dampak lingkungan di proyek.
Manajemen ADHI dinilai berhasil mengendalikan risiko melalui penguatan tata kelola, kebijakan anti-korupsi, dan pembenahan mekanisme pelaporan.
Skor ADHI saat ini sedikit lebih unggul dari rata-rata global subindustri Construction & Engineering yang berada di kisaran 32,8.
>>> Saham Perbankan Melonjak Usai BI Rate Naik ke 5,50%
Corporate Secretary ADHI, Rozi Sparta, menyatakan bahwa ESG dipandang sebagai fondasi penting dalam menjaga keberlanjutan usaha.
ESG tidak hanya sebagai pemenuhan standar tata kelola, tetapi juga bagian penting dalam mendorong keberlanjutan bisnis dan peningkatan kualitas operasional.
Ke depan, ADHI berkomitmen memperdalam integrasi ESG pada sektor paling material.
>>> BLU Sektor Energi Boleh Impor Migas, Core Sebut Ada Risiko Tumpang Tindih Kewenangan
Fokus utama mencakup peningkatan standar keselamatan kerja, penguatan budaya Diversity & Inclusion, dan penyelarasan prinsip ESG ke dalam manajemen risiko korporasi.