⌂ Beranda News Menkeu Purbaya Tunda Revisi Asumsi Makro Rupiah Meski Tembus Rp18.000

Menkeu Purbaya Tunda Revisi Asumsi Makro Rupiah Meski Tembus Rp18.000

Menkeu Purbaya Tunda Revisi Asumsi Makro Rupiah Meski Tembus Rp18.000
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam konferensi pers
A A Ukuran Teks16px

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memutuskan belum akan merevisi asumsi makro rupiah dalam APBN.

Keputusan ini diambil meskipun nilai tukar rupiah sempat menyentuh level psikologis Rp18.000 per dolar AS.

>>> Toyota Luncurkan Innova Crysta 2026 dengan Desain Lebih Maskulin

Pada Jumat (5/6/2026), rupiah melemah hingga Rp18.000 per US$.

Keesokan harinya, rupiah dibuka turun 0,23 persen ke Rp18.074 per US$ berdasarkan data Bloomberg Technoz.

Asumsi APBN sendiri menetapkan kurs rupiah di level Rp16.500 per US$. Namun, secara year to date, rata-rata nilai tukar rupiah tercatat masih di angka Rp17.057.

“Waktu kita exercise sebelumnya, waktu exercise harga BBM itu, rupiahnya sudah di level yang cukup tinggi.

>>> Bill Gates Akui Perselingkuhan di Hadapan Kekasih Baru Paula Hurd

Jadi saya tahu harus adjust lagi apa enggak dengan level yang sekarang, saya masih belum harus adjust,” ujar Purbaya.

Pemerintah Pertahankan Target Pertumbuhan Ekonomi

Pemerintah tetap mempertahankan target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4 persen. Capaian ini didukung realisasi kuartal I-2026 yang mencapai 5,6 persen.

Di sisi lain, inflasi saat ini merangkak naik ke level 3,08 persen. Angka tersebut berada di atas target awal asumsi makro pemerintah.

Untuk pasar surat utang, yield SBN 10 tahun secara year to date berada di angka 6,48 persen.

>>> Telkom Gelar Forum Kedaulatan Digital Nasional, Bahas Cetak Biru Teknologi

Yield ditutup pada level 6,67 persen, lebih rendah dari asumsi APBN sebesar 6,9 persen.

Sementara itu, harga minyak mentah Indonesia melonjak signifikan.

Rata-rata harga mencapai US$91,9 per barel, jauh di atas asumsi makro yang dipatok US$70 per barel.

Purbaya memaparkan langkah koordinasi kebijakan fiskal dan moneter untuk menjaga stabilitas. Langkah ini termasuk memantau pasokan uang pada Mei 2026 yang tumbuh 18 persen secara year-on-year.

>>> Intra Golflink Resorts Bagikan Dividen Tunai Rp10,36 Miliar

“Dibanding bulan-bulan sebelumnya, trendnya cenderung meningkat secara bertahap. Artinya, ada cukup uang di perekonomian untuk mendorong pertumbuhan ekonomi ke level yang tinggi,” kata Purbaya.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru