PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menyelenggarakan Forum Kedaulatan Digital Nasional di Telkom Landmark Tower, Jakarta.
Acara bertajuk 'Kolaborasi Ekosistem Digital untuk Inovasi Nasional yang Berdaulat' ini mempertemukan regulator, BUMN, pelanggan enterprise, dan mitra teknologi global.
>>> OJK Catat Outstanding Pembiayaan Fintech Lending Capai Rp102 Triliun per April 2026
Forum ini merupakan kelanjutan dari deklarasi 'Kebangkitan Kedaulatan Teknologi Indonesia' pada 20 Mei 2026.
Pertemuan kali ini menjadi langkah konkret menerjemahkan visi tersebut ke dalam blueprint dan roadmap implementasi yang terukur.
Tiga Pilar Kedaulatan Digital
Rencana implementasi bertumpu pada tiga pilar utama: Sovereign Cloud, Sovereign AI, dan Sovereign Cybersecurity. Ketiganya menjadi fondasi kedaulatan digital Indonesia.
Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji menegaskan kedaulatan digital kini menjadi kebutuhan strategis nasional. Hal ini menuntut sinergi lintas sektor dan lintas ekosistem.
"Kedaulatan digital bukan lagi sekadar isu teknologi, melainkan fondasi daya saing, ketahanan, dan keberlanjutan bangsa di masa depan," ujar Seno dalam keterangan tertulis, Jumat (5/6/2026).
>>> 4 Promo Makanan 6.6 untuk Akhir Pekan Hemat, dari Yoshinoya hingga Bandar Djakarta
Indonesia harus mampu membangun kendali atas data, AI, cloud, dan keamanan sibernya sendiri.
Melalui transformasi TLKM 30, Telkom terus memperkuat perannya sebagai service enabler. Perusahaan tidak hanya bertindak sebagai penyedia konektivitas, tetapi juga membangun fondasi digital nasional.
Dalam forum tersebut, Telkom memperkuat inisiatif AdyaCakra, sebuah sovereign digital stack. Inisiatif ini mengintegrasikan kapabilitas nasional dengan teknologi global untuk mendukung pemerintah, BUMN, dan sektor industri strategis.
AdyaCakra mencakup Sovereign Cloud melalui NeuCentrIX, NeutraDC Hyperscale, dan edge infrastructure.
Sovereign AI melalui AI Hub dan Agentic AI BigBox, serta Sovereign Cybersecurity melalui Telkom CSOC, sovereign threat intelligence, dan managed detection & response.
>>> Puteri Indonesia 2026 Kampanyekan Perlindungan Anak di Ruang Digital
Kementerian Komunikasi dan Digital RI (Komdigi) turut menghadiri forum ini. Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Komdigi Sonny Hendra Sudaryana menekankan pentingnya sinergi antara regulator, industri, dan penyedia teknologi.
"Penguatan sovereign cloud, AI, dan cybersecurity menjadi langkah penting dalam menjaga keamanan data nasional," ungkap Sonny.
Langkah ini juga meningkatkan kepercayaan terhadap ekosistem digital Indonesia serta memastikan transformasi digital nasional berjalan aman, inklusif, dan berkelanjutan.
Delapan global technology partners berpartisipasi dalam diskusi strategis. Mereka melakukan penandatanganan Intentional Collaboration sebagai komitmen bersama mendukung ekosistem digital nasional.
Kolaborasi ini diharapkan mempercepat pengembangan kapabilitas nasional, transfer pengetahuan, serta adopsi teknologi bernilai tambah.
>>> Menteri Keuangan Purbaya: Penerimaan Pajak Mei 2026 Tumbuh 22,1 Persen
Melalui forum ini, Telkom mendorong terbentuknya blueprint dan roadmap kolaborasi konkret guna mendukung Visi Digital Indonesia 2030 dan transformasi TLKM 30.