⌂ Beranda News UGM Temukan Gas Hidrogen Kadar Tinggi Penyebab Api Misterius di Sleman

UGM Temukan Gas Hidrogen Kadar Tinggi Penyebab Api Misterius di Sleman

UGM Temukan Gas Hidrogen Kadar Tinggi Penyebab Api Misterius di Sleman
Tim peneliti UGM melakukan deteksi gas hidrogen di Sleman
A A Ukuran Teks16px

Tim Pusat Kajian Pelambatan Entropi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM) mendeteksi kandungan gas hidrogen berkadar tinggi di Padukuhan Kasuran, Kelurahan Margomulyo, Kecamatan Seyegan, Sleman, Yogyakarta.

Temuan ini menjadi penyebab kemunculan api misterius yang meresahkan warga pada Jumat (5/6/2026).

>>> Studi: Kecerdasan Anak Tak Cukup Diukur dari Skor IQ Saja

Hasil riset dipaparkan dalam rapat koordinasi bersama tim Gegana Polda DIY, BPBD, dan peneliti dari UPN Veteran Yogyakarta untuk penanganan lebih lanjut.

Perwakilan tim peneliti Fakultas Teknik UGM, Sarju Winardi, mengatakan bahwa alat deteksi mengonfirmasi gas tersebut sebagai hidrogen.

Observasi tim UGM juga menemukan anomali panas berskala kecil di sekitar area rumah warga setempat.

Sarju menjelaskan bahwa gas hidrogen memiliki massa lebih ringan dari udara sehingga mudah melayang dan bergerak bebas.

>>> Synology Perbarui Ekosistem Bee Series di Computex 2026

Pembentukan gas hidrogen di lokasi diduga berasal dari fermentasi material organik atau limbah oleh bakteri di dalam tanah.

Gas kemudian masuk ke pori-pori tanah dan lepas ke permukaan.

"Karena fasenya lebih ringan dari udara, gas ini melayang lalu terjebak di dalam material rumah tangga yang bersifat porous, seperti kain, spons, sofa, dan barang sejenisnya," ujar Sarju.

"Ketika terakumulasi dalam jumlah cukup, gas yang sangat sensitif ini dapat tersulut oleh pemicu kecil, seperti suhu udara panas atau listrik statis," lanjutnya.

>>> Kurs Rupiah 5 Juni 2026 Bergerak Bervariasi, Menguat Tipis ke Rp18.018 per Dolar AS

Sebelumnya, warga digegerkan oleh percikan api tiba-tiba tanpa sumber jelas yang menghanguskan sejumlah perabotan rumah tangga.

Titik api awalnya hanya di satu rumah, namun kini menyebar ke beberapa rumah dan area pekarangan, memicu keresahan.

Fenomena api spontan di permukiman sering dikaitkan dengan mitos, namun secara ilmiah dipicu oleh akumulasi gas bawah tanah.

Kejadian serupa di Indonesia umumnya melibatkan gas metana dari lahan gambut atau tempat pembuangan akhir.

>>> IHSG Berfluktuasi pada Perdagangan 5 Juni 2026, LQ45 Melemah

Temuan gas hidrogen murni dari fermentasi limbah bakteri di Sleman ini menjadi kasus unik secara geologis dan tata lingkungan.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru