⌂ Beranda News Studi: Kecerdasan Anak Tak Cukup Diukur dari Skor IQ Saja

Studi: Kecerdasan Anak Tak Cukup Diukur dari Skor IQ Saja

Studi: Kecerdasan Anak Tak Cukup Diukur dari Skor IQ Saja
Anak dan orang tua belajar bersama
A A Ukuran Teks16px

Kecerdasan luar biasa pada anak tidak bisa diukur hanya melalui nilai Intelligence Quotient (IQ). Proses tumbuh kembang anak melibatkan berbagai aspek kognitif yang saling berkaitan.

Sebuah studi dalam Journal of Intelligence menegaskan bahwa angka IQ tidak cukup menggambarkan kemampuan berpikir anak secara menyeluruh.

>>> Kurs Rupiah 5 Juni 2026 Bergerak Bervariasi, Menguat Tipis ke Rp18.018 per Dolar AS

Penelitian ini mengamati 65 anak berbakat berusia 6 hingga 14 tahun dengan skor minimal 120 pada tes kognitif WISC-IV.

Para peneliti juga melibatkan orang tua melalui penilaian WAIS-IV. Langkah ini dilakukan untuk menganalisis kepribadian orang tua dan kaitannya dengan perkembangan anak.

Empat Aspek Kognitif Utama

Hasil studi menemukan empat aspek kognitif utama yang konsisten muncul pada anak dengan inteligensia tinggi. Aspek pertama adalah kemampuan memahami informasi baru di sekitar secara cepat.

Kemampuan ini ternyata sejalan dengan kemampuan ibu. Lingkungan rumah yang terbiasa bergerak cepat melatih anak merespons sesuatu dengan sigap.

>>> IHSG Berfluktuasi pada Perdagangan 5 Juni 2026, LQ45 Melemah

Aspek kedua adalah memori kerja, yaitu kapasitas anak menyerap informasi dalam durasi singkat. Kemampuan ini terkait erat dengan skor memori jangka pendek ayah.

Hubungan tersebut tetap konsisten melalui beberapa model analisis. Peneliti menjelaskan temuan ini memperkuat gagasan bahwa bakat anak berkembang melalui jalur yang dipengaruhi orang tua.

Aspek ketiga adalah penalaran perseptual, yang merujuk pada kapasitas anak memahami informasi visual. Kemampuan ini memiliki keterkaitan dengan latar belakang pendidikan ibu.

Analisis lanjutan menunjukkan ketelitian ibu ikut memengaruhi perkembangan penalaran perseptual anak. Lingkungan rumah yang teratur mendukung cara berpikir anak.

Aspek keempat adalah pemahaman verbal, yaitu kemampuan anak menggunakan bahasa sehari-hari. Pada analisis awal, kemampuan ini berhubungan dengan tingkat pendidikan ibu.

>>> Bocoran Casing Google Pixel 11 Ungkap Perubahan Modul Kamera

Namun, keterkaitan tersebut melonggar setelah faktor lain diperhitungkan. Studi menjelaskan kecakapan bahasa anak dipengaruhi kombinasi interaksi rumah, pengalaman pendidikan, dan faktor bawaan.

Penulis studi, Lina Pezzuti, Morena Farese, James Dawe, dan Marco Lauriola, menjelaskan perbedaan pengaruh ini dipicu keberagaman peran dalam pengasuhan.

Jumlah waktu yang dihabiskan orang tua bersama anak juga berdampak bervariasi.

Faktor bawaan dari orang tua disinyalir ikut berperan, meski belum diuji mendalam.

>>> Rupiah Tembus Rp18.000: Penilaian Ulang Risiko Investasi Indonesia

Melalui temuan ini, peneliti menegaskan bakat anak tidak ditentukan faktor tunggal, melainkan akumulasi berbagai elemen yang saling terikat.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru