Diskusi publik di Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas Universitas Gadjah Mada (UGM) berakhir ricuh pada Senin, 15 Juni 2026.
Keributan dipicu gelombang protes mahasiswa terhadap salah satu pembicara, Budiman Sudjatmiko.
>>> IHSG Menguat ke 6.321,96 Jelang Keputusan BI dan The Fed
Acara tersebut turut menghadirkan Menteri ATR BPN Nusron Wahid dan Wakil Menteri Pertanian Sudaryono.
Keributan mulai pecah saat Budiman memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menyampaikan kritik secara langsung.
Sejumlah mahasiswa maju mendekati panggung sembari membentangkan spanduk penolakan.
Spanduk tersebut memuat tulisan 'Menolak Pengkhianat Reformasi' dan 'UGM Menolak Penjilat Rezim'.
Situasi semakin tidak kondusif akibat teriakan, aksi saling dorong, hingga pelemparan botol air mineral.
Petugas keamanan kemudian mengevakuasi Budiman melalui pintu samping gedung demi keselamatan.
Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) itu menyayangkan pembatalan kelanjutan diskusi.
"Saya siap berdialog, tapi situasinya tidak memungkinkan," ungkap Budiman dikutip dari Medcom. id, Selasa, 16 Juni 2026.
Peristiwa ini menjadi kontras mengingat rekam jejak Budiman di dunia aktivisme.
Mantan aktivis pro-demokrasi era Orde Baru ini harus diusir dari kampus tempat ia pernah menempuh pendidikan tinggi.
>>> Drama China Never Ending Summer Tayang Juni 2026, Bao Shang En dan Daniel Zhou Bersatu
Budiman Sudjatmiko lahir di Majenang, Cilacap, Jawa Tengah pada 10 Maret 1970.
Ia dikenal sebagai pendiri Partai Rakyat Demokratik yang menjadi simbol perlawanan gerakan mahasiswa pada era 1990-an.
Perjuangan politiknya menentang rezim Orde Baru membuatnya sempat dipenjara.
Pengalaman tersebut menempatkan namanya sebagai salah satu figur penting dalam sejarah gerakan reformasi Indonesia.
Ia memulai pendidikan tinggi di UGM dengan mengambil jurusan Ekonomi.
Budiman kemudian melanjutkan studi ke luar negeri, meraih gelar sarjana Ilmu Politik dari University of London.
Ia juga menyelesaikan gelar master bidang Hubungan Internasional dari University of Cambridge.
Selain jalur formal, ia pernah mengikuti Forum Young Leaders di Berlin pada 2008.
Budiman juga terlibat dalam Program The Fellow Visiting Internasional dari Departemen Hubungan Internasional Amerika Serikat pada 2002.
Kiprah di Parlemen dan Proyek Teknologi
Budiman berkiprah di DPR RI selama dua periode, yaitu 2009 hingga 2019.
>>> Commodore Luncurkan Ponsel Lipat Callback 8020, Blokir Medsos untuk Detoks Digital
Menjadi bagian dari Fraksi PDI Perjuangan, ia terlibat aktif dalam perancangan regulasi krusial.
Ia tercatat sebagai salah satu pendorong utama pengesahan Undang-Undang Desa.
Regulasi ini menjadi landasan hukum bagi pengalokasian dana desa untuk pembangunan di tingkat akar rumput.
Di samping urusan legislasi desa, ia menaruh perhatian pada sektor pengembangan teknologi nasional.
Budiman menjadi penggagas proyek Bukit Algoritma yang diproyeksikan sebagai pusat industri 4.0 di Indonesia.
Perubahan Arah Politik
Langkah politik Budiman mengalami perubahan signifikan pada tahun 2023.
Ia resmi diberhentikan dari keanggotaan PDI Perjuangan setelah menyatakan dukungan terbuka kepada Prabowo Subianto dalam Pilpres 2024.
Pasca-kemenangan Prabowo Subianto, Budiman mendapat amanat baru di struktur pemerintahan.
Ia resmi dilantik menjabat sebagai Kepala BP Taskin pada tahun 2024.
Melalui lembaga baru tersebut, ia memimpin program nasional untuk menekan angka kemiskinan.
>>> Merdeka Gold Resources Tuntaskan Registrasi HDR di Bursa Hong Kong
Strategi yang diusung berfokus pada aspek inovasi serta program pemberdayaan masyarakat di berbagai wilayah.