Misteri kemunculan api yang meneror rumah warga di Seyegan, Sleman, akhirnya terpecahkan.
Tim Pusat Kajian Pelambaran Entropi (PKPE) Fakultas Teknik UGM mengungkapkan bahwa fenomena tersebut berkaitan dengan resin poly vinyl chloride (PVC).
>>> Prabowo Panggil Menteri Bahas Lonjakan Minat Investor Asing
Hasil penelitian ini mematahkan dugaan awal yang sempat muncul. Sebelumnya, tim ahli memperkirakan sumber api berasal dari gas hidrogen sisa limbah pemotongan ayam.
Ketua tim PKPE FT UGM, Prof Alva Edy Tontowi, menjelaskan bahwa sumber api bukan dari rembesan gas alam dari bawah permukaan lantai.
Tidak ada anomali termal dan tidak ditemukan gas yang dapat menyala sendiri secara alami pada suhu kamar.
Berdasarkan Teori Segitiga Api, tim peneliti juga mengukur kekuatan medan elektromagnetik di lokasi kejadian. Hasilnya menunjukkan tingkat radiasi berada pada batas aman, sehingga tidak bertindak sebagai pemantik api.
>>> Aksi Padam Lampu Jakarta Tekan Emisi Karbon 60 Ton
Kemunculan api kini dikaitkan kuat dengan keberadaan material resin PVC yang mudah terbakar saat terpapar sumber penyalaan. Tim ahli mendeteksi zat kimia tersebut langsung pada benda-benda yang hangus.
"Resin ini telah ditemukan pada residu pembakaran berdasarkan pengujian metoda FTIR," papar Alva. Pemeriksaan lanjutan melalui metode Headspace GC juga mempertegas bahwa gas hidrogen bukan pemicu kebakaran.
"Hasil analisis hanya mendeteksi adanya gas CO2 dan tidak ditemukan unsur sisa hidrokarbon atau solven yang bisa dipakai sebagai akseleran kebakaran," tuturnya.
>>> PT Pertamina Hulu Energi Catat Produksi Migas 1,032 Juta BOEPD Sepanjang 2025
Keberadaan senyawa PVC dinilai janggal oleh tim peneliti.
Analisis FTIR pada sampel residu di permukaan dinding keramik dan papan tripleks menunjukkan konsentrasi PVC yang tidak lazim.
Penyerahan hasil riset kepada BPBD Sleman menandai berakhirnya seluruh rangkaian penyelidikan. Pemantauan juga melibatkan teknologi udara untuk memetakan kondisi fisik lingkungan.
Pengamatan spasial dini hari menggunakan drone dan sensor Thermal Infrared dalam radius 200 meter tidak mendeteksi anomali termal di sekitar lokasi.
>>> GIGI Ungkap Rahasia Bertahan 32 Tahun dan Rilis Album ke-25
Seluruh data kini telah diserahkan kepada pihak berwenang.
