⌂ Beranda News Kenali Sinyal Tubuh Saat Seseorang Berbohong Menurut Peneliti

Kenali Sinyal Tubuh Saat Seseorang Berbohong Menurut Peneliti

Kenali Sinyal Tubuh Saat Seseorang Berbohong Menurut Peneliti
Ilustrasi bahasa tubuh saat berbohong
A A Ukuran Teks16px

Mendeteksi kebenaran dari pernyataan seseorang sering kali menjadi tantangan.

Para ahli dan studi ilmiah mengidentifikasi beberapa indikator fisik serta vokal yang kerap muncul saat seseorang tidak berkata jujur.

>>> Cara Cek Desil Kemensos Juni 2026 Online Lewat HP dan Website

Psikologi Today menyatakan bahwa kebohongan kecil atau "white lies" kadang dilakukan demi menjaga perasaan. Namun, tindakan tidak jujur yang bersifat fatal berisiko merusak kepercayaan.

Bahasa Tubuh sebagai Indikator

Aspek bahasa tubuh menjadi salah satu instrumen utama untuk mengidentifikasi kecurangan.

Tracy Brown, ahli yang pernah mengikuti pelatihan deteksi kebohongan FBI, menjelaskan bahwa pelaku kebohongan cenderung menggerakkan tangan setelah mengutarakan kalimat, bukan sebelumnya.

>>> Rupiah Tembus Rp18.020 per Dolar AS Pagi Ini

"Pikiran melakukan terlalu banyak hal termasuk mengarang cerita, mencari tahu apakah hal tersebut dipercaya, dan menambahkan cerita yang sesuai," kata Brown seperti dikutip dari Time Magazine.

Sebuah penelitian pada 2015 menemukan bahwa individu yang tidak jujur lebih aktif memakai kedua tangan saat berisyarat.

Selain itu, ketidakjujuran juga memicu respons tubuh seperti mengayunkan badan, memiringkan kepala, atau menggeser posisi kaki.

Profesor psikologi UCLA Edward Geiselman menambahkan bahwa perilaku merapikan diri seperti memainkan rambut sering muncul saat kebohongan terjadi.

>>> 7 Karakter Orang yang Paling Dibenci Kaum Narsistik

Perubahan Ekspresi Wajah dan Suara

Senyuman palsu atau dipaksakan dengan bibir rapat dapat menjadi petunjuk kuat. Melansir NBC News, senyuman tulus melibatkan seluruh area wajah termasuk kerutan halus di sekitar sudut mata.

Tekanan psikologis akibat menyembunyikan kebenaran dapat memicu respons sistem saraf otonom. Respons tersebut sering membuat wajah pucat atau memicu keringat berlebih di dahi, dagu, serta mulut.

Gejala fisik lain meliputi peningkatan frekuensi berkedip, mulut kering, hingga kesulitan menelan ludah. Ketegangan pada pita suara akibat cemas juga berpotensi menaikkan nada bicara serta mengubah volume suara.

>>> Menteri Keuangan Purbaya Pastikan Tak Ada Intervensi Pemerintah ke IHSG

Kendati demikian, para ahli menegaskan bahwa satu tanda tunggal tidak bisa langsung dijadikan bukti sah. Faktor stres dan cemas memiliki kemiripan respons fisik.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru