Asus ExpertBook Ultra menjadi salah satu laptop pertama yang menggunakan arsitektur prosesor Intel Panther Lake dengan fabrikasi 18A.
Perangkat bisnis premium ini memadukan durabilitas ekstrem standar militer dengan lompatan performa komputasi yang signifikan.
>>> IHSG Anjlok ke Level Terendah Sejak 2020, Investor Asing Jual Besar-besaran
Desain Tangguh dan Sertifikasi Militer
Sasis laptop ini terbuat dari magnesium-aluminum alloy berlapis nano ceramic yang menyerupai ceraluminum. Material tersebut menghasilkan tekstur matte premium yang bebas noda sidik jari dan tahan goresan.
Dengan ketebalan hanya 1,65 cm dan bobot 1,1 kg, bodi perangkat ini sangat kokoh tanpa flex pada area keyboard maupun layar.
Laptop ini mengantongi sertifikasi MIL-STD-810H setelah lolos 24 jenis tes standar militer dan 157 tes ketahanan fisik.
Pengujian ekstrem mencakup skenario diinjak, disiram air, hingga ditekuk paksa pada titik lentur terjauh dalam kondisi layar terbuka.
Komponen internal dan eksternal tetap beroperasi normal tanpa kerusakan fisik kosmetik pasca-pengujian.
Kenyamanan Keyboard dan Layar OLED Matte
Keyboard lapang dengan travel distance memberikan umpan balik taktil empuk. Lapisan UV Coating disematkan untuk menangkal noda minyak dari jari.
Haptic touchpad berukuran 12x7 cm responsif terhadap gestur multi-touch Windows 11 dan menyajikan sensasi klik merata di seluruh permukaannya.
>>> Kemendikdasmen Salurkan Dana PIP 2026 Termin Dua, Cek Status via Ponsel
Asus menyajikan panel Corning Gorilla Glass Victus dengan finishing matte anti-silau pada layar tandem OLED 14 inci beresolusi 2.8K.
Konfigurasi langka ini meredam pantulan cahaya luar ruangan secara signifikan tanpa mengorbankan kontras tinggi dan akurasi warna khas OLED.
Sistem enam speaker bawaan mampu memproduksi suara lantang dengan bass yang proporsional.
Performa Intel Panther Lake dan Daya Tahan Baterai
Intel Core Ultra X7 358H (16 inti) mencetak skor impresif 9.892 pada PCMark 10, melampaui performa AMD Ryzen AI dan Intel Core Ultra Series 2.
Kartu grafis terintegrasi Intel Arc B390 sanggup menyaingi GPU diskrit entry-level sekelas RTX 3050 atau RTX 4050.
Daya tahan baterai 70Wh mampu menyokong pemutaran video 4K terus-menerus selama 15 jam, dan bertahan sekitar 12 jam untuk produktivitas harian.
Pada pengujian PCMark Office Productivity dengan kecerahan 200 nits, daya tahannya menyentuh angka hampir 20 jam.
Pemutaran video offline 1080p dengan kecerahan 50% mampu bertahan hingga hampir 25 jam.
>>> Kemenkes Perluas Skrining untuk Kendalikan Penyakit Hati Kronis
Penempatan dua port Thunderbolt 4 secara terpisah di sisi kiri dan kanan mempermudah manajemen pengisian daya.
Kekurangan dan Kelebihan
Kelemahan perangkat ini terletak pada webcam 1080p yang memproduksi banyak noise di kondisi minim cahaya serta memiliki sudut pandang yang terlalu lebar.
Mikrofon ganda bawaannya juga menghasilkan rekaman suara yang terdengar agak berjarak.
Fungsi keamanan biometrik berupa sensor sidik jari pada tombol daya dan kamera IR Windows Hello Face Recognition tetap mampu memverifikasi pengguna secara instan.
Suara audio dari sistem enam speaker agak pecah saat dipaksa mencapai volume maksimal 100%.
Kelebihan utama meliputi sasis ringan dan kokoh, sertifikasi militer, layar OLED matte anti-pantulan, keyboard nyaman, performa grafis setara GPU diskrit entry-level, daya tahan baterai luar biasa, dan posisi port Thunderbolt 4 yang fleksibel.
Asus ExpertBook Ultra adalah laptop bisnis premium yang sukses memadukan portabilitas ekstrem dengan ketangguhan fisik mutakhir dan performa komputasi tinggi berkat cip Intel Panther Lake.
>>> IHSG Anjlok 3,48 Persen pada Sesi I, Saham Big Bank Ikut Tertekan
Laptop ini menjadi opsi investasi teknologi yang ideal bagi eksekutif maupun kreator konten 3D yang menuntut mobilitas tinggi tanpa mengorbankan performa.