⌂ Beranda News Kemenkes Perluas Skrining untuk Kendalikan Penyakit Hati Kronis

Kemenkes Perluas Skrining untuk Kendalikan Penyakit Hati Kronis

Kemenkes Perluas Skrining untuk Kendalikan Penyakit Hati Kronis
Petugas kesehatan melakukan skrining penyakit hati
A A Ukuran Teks16px

Kementerian Kesehatan memperluas jangkauan skrining dan deteksi dini di masyarakat untuk mengendalikan penyakit hati kronis. Penyakit ini diperkirakan telah menjangkiti sekitar 70 juta penduduk Indonesia.

Langkah preventif ini diambil karena infeksi virus Hepatitis B dan Hepatitis C sering tidak terdeteksi hingga stadium lanjut.

>>> Viral Influencer Cosplay Disabilitas Dihujat Warganet

Secara global, penyakit hati kronis memicu sekitar 2 juta kematian setiap tahun.

Lebih dari separuh kasus dipicu oleh infeksi hepatitis tersebut, sebagaimana dilansir dari Bloomberg Technoz pada Kamis (04/06/2026).

Saat ini, cakupan skrining hepatitis di dalam negeri baru mencapai kisaran 10 persen.

Angka itu masih jauh di bawah target Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menetapkan target deteksi sebesar 90 persen dan target pengobatan sebesar 80 persen.

Pencegahan Lebih Murah dan Efektif

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan bahwa penyakit hati merupakan ancaman serius karena perkembangannya lambat tanpa gejala.

Akibatnya, sebagian besar pasien baru menyadari kondisi mereka setelah mengalami sirosis atau kanker hati.

>>> New York Knicks Kalahkan San Antonio Spurs di Game 1 Final NBA

"Penyakit hati kronis memiliki prevalensi yang tinggi.

Karena itu kita harus memperkuat strategi promotif dan preventif," tutur Budi dalam keterangan tertulis pada Rabu (03/06/2026).

Menurutnya, kerja di area pencegahan jauh lebih murah dan memberikan kualitas hidup yang lebih baik.

Pemerintah terus menggenjot deteksi dini sebagai kunci utama agar penyakit ini tidak memburuk. Budi juga mengimbau masyarakat untuk tetap melakukan pemeriksaan kesehatan meskipun merasa sehat.

"Jangan merasa sehat lalu tidak mau diperiksa. Banyak penyakit kronis, termasuk penyakit hati, berkembang tanpa gejala selama bertahun-tahun," kata Budi.

Pencegahan penyakit hati kronis juga ditempuh lewat program imunisasi Hepatitis B yang menyasar tenaga kesehatan.

Selain itu, pemerintah memberikan profilaksis antivirus untuk ibu hamil guna mencegah penularan ke bayi.

>>> Polisi Periksa Asisten YouTuber RA Terkait Gas Nitrous Oxide

Kebijakan Nutri-Level mulai diterapkan pada 2026 untuk mengontrol konsumsi gula, garam, dan lemak. Hal ini untuk mengurangi risiko penyakit hati akibat gangguan metabolik.

Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI) David Handojo Muljono membenarkan bahwa mayoritas kasus Hepatitis B kronis berkembang tanpa gejala.

David menekankan pentingnya perluasan akses pemeriksaan serta pengobatan di fasilitas pelayanan kesehatan primer.

Kementerian Kesehatan mengarahkan masyarakat untuk memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) secara rutin setiap tahun.

Pemerintah memproyeksikan peluang kesembuhan pasien akan meningkat signifikan jika penyakit hati teridentifikasi lebih awal.

"Melalui kegiatan ini kami juga menyediakan layanan skrining kesehatan hati berupa pemeriksaan HBsAg, anti-HCV, penilaian skor APRI, dan FibroScan," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Andi Saguni.

>>> Mendag Siapkan Skema Barter dengan Filipina Antisipasi Pelemahan Rupiah

Ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan literasi masyarakat sekaligus memperkuat deteksi dini penyakit hati.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru