Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mulai menyalurkan dana Program Indonesia Pintar (PIP) 2026 termin dua. Penyaluran berlangsung sejak Mei hingga September 2026.
Masyarakat dapat memeriksa status penerima dan pencairan dana secara mandiri melalui ponsel. Pengecekan dilakukan dengan mengakses situs resmi pip.
kemendikdasmen. go.
id/home_v1 menggunakan peramban web yang terhubung internet.
Pengguna wajib menyiapkan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan Nomor Induk Kependudukan (NIK) siswa. Selain itu, kode verifikasi yang tertera pada layar juga harus dimasukkan.
Skema Penyaluran dan Besaran Dana
Pemerintah menetapkan sasaran penerima melalui dua jalur utama. Pertama, basis data sosial pemerintah.
Kedua, usulan sekolah lewat Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Sesuai Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025, rujukan data sosial ekonomi kini menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Data ini menggantikan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Kemendikdasmen menegaskan bahwa status kepesertaan tahun lalu tidak menjamin keberlanjutan bantuan. Sebab, ada proses verifikasi dan validasi data terbaru setiap tahun.
Kepemilikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) kini beralih menjadi KIP Digital. Kartu digital ini diakses sekolah melalui aplikasi SIPINTAR.
Namun, penerima dana PIP tidak selalu otomatis memegang kartu digital tersebut.
Skema penyaluran PIP 2026 dibagi menjadi tiga termin. Termin pertama berlangsung Februari-April, termin kedua Mei-September, dan termin ketiga Oktober-Desember.
Nominal dana bantuan bervariasi berdasarkan jenjang pendidikan dan tingkat kelas. Siswa baru dan siswa kelas akhir hanya menerima dana untuk satu semester.
Berikut rincian nominal dana per tahun: TK sebesar Rp450.000, SD/SDLB/Paket A Rp450.000, SMP/SMPLB/Paket B Rp750.000, dan SMA/SMK/SMALB/Paket C Rp1.800.000.
Untuk siswa baru dan kelas akhir, masing-masing jenjang menerima setengah dari nominal tersebut.
Jika data siswa tidak ditemukan, koordinasi dengan pihak sekolah atau pengecekan berkala disarankan. Hal ini bisa terjadi akibat pemeliharaan sistem.