Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kemerosotan tajam sebesar 3,48 persen pada penutupan sesi I perdagangan, Kamis (4/6).
Indeks berada di level 5.734,25.
Berdasarkan data RTI Business, IHSG sempat menyentuh level terendah di posisi 5.644,23 setelah melemah lebih dari 5 persen.
Volume transaksi tercatat sebanyak 22,84 miliar saham dengan nilai Rp 12,73 triliun dan frekuensi 1.384.192 kali.
Mayoritas Saham Melemah
Papan perdagangan utama LQ45 juga tertekan, merosot 3,21 persen ke posisi 570,075. Sebanyak 683 saham tercatat melemah, sementara hanya 63 saham menguat dan 62 saham stagnan.
Sektor perbankan menjadi salah satu penekan utama. Saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) terkoreksi 5,32 persen ke Rp 3.380.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) turun 3,79 persen ke Rp 2.790, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melemah 3,62 persen ke Rp 5.325.
Koreksi juga melanda saham konglomerat. PT Bukit Uluwati Villa Tbk (BUVA) milik Hapsoro anjlok 12,41 persen ke Rp 635.
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) milik Prajogo Pangestu melemah 10,53 persen menjadi Rp 1.445.
Saham PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) milik Haji Isam menyusut 9,56 persen ke Rp 246.
Sementara itu, PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) dari Grup Bakrie turun 9,17 persen ke Rp 99 per saham.
