New York Knicks sukses mengalahkan San Antonio Spurs dengan skor 105-95 pada laga pertama Final NBA di markas Spurs, Rabu malam waktu setempat.
Kemenangan ini membawa Knicks mencatatkan 11 kemenangan beruntun di babak playoff dan mendekatkan mereka pada gelar juara pertama sejak 1973.
>>> Polisi Periksa Asisten YouTuber RA Terkait Gas Nitrous Oxide
Jalen Brunson menjadi bintang kemenangan dengan mencetak 30 poin, di mana 13 poin di antaranya diraih pada kuarter keempat.
"Just sticking together – it wasn’t really our night and wasn’t really my night most of the night but we kept finding a way, kept chipping away," ujar Brunson.
Ia menambahkan bahwa soliditas tim menjadi kunci utama yang membedakan performa mereka dengan lawan.
>>> Mendag Siapkan Skema Barter dengan Filipina Antisipasi Pelemahan Rupiah
"Just knowing we have each other’s back – there’s a lot of things we could have done better, but I think our togetherness was really the biggest difference," kata Brunson.
Di kubu tuan rumah, Victor Wembanyama memimpin Spurs dengan 26 poin, 12 rebound, dan tiga blok meski sempat mengalami kendala cedera kaki pada kuarter ketiga.
"I was bad tonight, it’s not more complicated than that," kata Wembanyama mengenai performanya yang hanya mencatatkan 6 dari 21 tembakan.
>>> Kemendikdasmen Rilis Jadwal OSN 2026, Ada Kategori AI Baru
Ia menegaskan bahwa atmosfer pertandingan final yang emosional bukan menjadi alasan atas kekalahan timnya.
"It definitely felt special for sure, but nothing close that could be an excuse. [Nerves were] not a factor in our performance," tutur Wembanyama.
Pertandingan sempat terganggu di paruh kedua saat seorang penonton menyusup ke lapangan demi berswafoto dengan Wembanyama sebelum diamankan petugas keamanan.
>>> Kemendikdasmen Tambah Cabang Eksibisi AI di OSN SMA 2026
Game kedua dijadwalkan kembali berlangsung di San Antonio pada Jumat malam sebelum seri berpindah ke Madison Square Garden.