⌂ Beranda News Mendag Siapkan Skema Barter dengan Filipina Antisipasi Pelemahan Rupiah

Mendag Siapkan Skema Barter dengan Filipina Antisipasi Pelemahan Rupiah

Mendag Siapkan Skema Barter dengan Filipina Antisipasi Pelemahan Rupiah
Menteri Perdagangan Budi Santoso
A A Ukuran Teks16px

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyiapkan sistem barter atau imbal dagang dengan Filipina untuk mengantisipasi gejolak kurs.

Langkah ini diambil setelah nilai tukar rupiah menyentuh level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Kamis (4/6/2026).

>>> Kemendikdasmen Perketat Pengawasan OSN 2026 untuk Cegah Kecurangan

Meski rupiah melemah, Budi menilai kondisi perdagangan Indonesia masih baik. Performa ekspor nasional mampu tumbuh sebesar 5,48 persen secara tahunan.

"Sebenarnya kita kondisinya masih bagus dengan kondisi sekarang ekspor kita tetap naik 5,48%," ujar Budi.

Skema Barter dengan Filipina

Penyiapan alternatif imbal dagang ini berawal dari pertemuan bilateral dengan pelaku usaha Filipina dalam gelaran ASEAN beberapa waktu lalu.

Dalam pertemuan tersebut, seorang pengusaha Filipina yang selama ini mengimpor barang dari Indonesia mengusulkan skema barter.

"Jadi waktu kemarin waktu acara ASEAN kami ketemu salah satu pengusaha dari Filipina.

>>> Politeknik Negeri Jakarta Tangani Dugaan Pelanggaran Asusila Mahasiswa

Dia impor barang kita selama ini, karena di Filipina kan juga nilai tukarnya juga kan lagi kurang bagus.

Jadi bagaimana kalau kita pakai cara barter," jelas Budi.

Kementerian Perdagangan memastikan bahwa pembeli untuk komoditas barter ini sudah tersedia. Penandatanganan kontrak kerja sama dijadwalkan pada pertengahan bulan ini.

"Nah ini sudah kita carikan buyer-nya udah ketemu, nanti tanggal 12 kita akan tandatangan kontrak dengan buyer," imbuh Budi.

>>> Kekayaan Orang Super Kaya Dunia Tembus Rekor US$98,3 Triliun

Pelemahan rupiah berpotensi memicu lonjakan harga barang impor seperti suku cadang, kedelai, dan bahan baku pupuk. Namun, pasokan domestik diklaim tetap aman.

"Dari importasi bahan baku itu kita monitor, kita terus komunikasi dengan para produsen jangan sampai itu pun terganggu gitu kan jangan sampai stok nggak ada," kata Budi.

Berdasarkan data Investing pada Kamis pagi, dolar AS menguat 49,4 basis poin atau 0,28 persen ke level Rp18.015.

Pergerakan harian berada di rentang Rp17.937 hingga Rp18.024.

Sementara itu, Google Finance mencatat dolar AS sempat menyentuh Rp18.010 pada pukul 06.23 WIB sebelum turun ke Rp17.971 pada pukul 07.15 WIB.

>>> Kenali Ciri Hubungan Toksik dan Cara Tepat Mengatasinya

Data Bloomberg mencatat penguatan harian dolar AS sebesar 0,71 persen ke posisi Rp17.966.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru