Liver atau hati adalah organ vital di bawah tulang rusuk kanan yang berfungsi mencerna makanan, membuang limbah, dan menjaga aliran darah.
Gangguan pada liver bisa berdampak serius pada kesehatan tubuh secara keseluruhan.
>>> Kawasaki Resmi Luncurkan Skutik Pertama Modenas Brusky 125 di Indonesia
Penyakit liver sering tidak menunjukkan gejala awal yang jelas. Namun, beberapa tanda berikut bisa menjadi indikasi adanya masalah pada organ tersebut.
Gejala Umum Liver Bermasalah
Rasa gatal pada kulit tanpa ruam, terutama di lengan, kaki, telapak tangan, atau telapak kaki, bisa menjadi gejala awal.
Penumpukan garam empedu di bawah kulit akibat fungsi liver yang tidak optimal diduga menjadi penyebabnya.
Perubahan warna kuning pada kulit dan bagian putih mata, atau jaundice, menandakan penumpukan bilirubin.
Bilirubin adalah pigmen kuning dari sel darah merah yang pecah, yang seharusnya diproses liver dan dibuang melalui saluran pencernaan.
Spesialis penyakit dalam dr Aru Ariadno, SpPD-KGEH menjelaskan, "Infeksi pun bisa menyebabkan kuning akibat kerusakan sel-sel hati akibat infeksi."
>>> MD Pictures Siap Rilis Film Horor Perumahan Laddaland
Kadar bilirubin tinggi juga mengubah warna feses menjadi lebih terang seperti tanah liat, serta urine menjadi lebih gelap seperti cokelat atau oranye.
Perut begah dan mual sering dipicu infeksi virus hepatitis C. Gejala ini kerap disalahartikan sebagai masuk angin, maag, atau kelelahan.
Spesialis penyakit dalam dr Femmy Nurul Akbar SpPD KGEH mengatakan, "Kebanyakan penderita tidak menyadari jika dirinya sedang terinfeksi virus hepatitis C akut.
Gejala seperti mual, lelah, dan perut begah sering dianggap gejala masuk angin, maag, atau kelelahan."
Pada penderita sirosis liver, asites atau penumpukan cairan dapat membuat perut membengkak. Kelelahan juga muncul akibat penumpukan zat kimia berbahaya karena liver gagal memproduksi zat pembantu metabolisme.
>>> Prabowo Subianto Dorong Kualitas Maung Pindad Lewat Pengalaman Pribadi
Tahapan Perkembangan Penyakit Liver
Penyakit liver berkembang melalui beberapa fase yang merusak jaringan organ secara bertahap. Fase pertama adalah hepatitis, yaitu peradangan pada jaringan hati.
Jika peradangan berlanjut, fase kedua yaitu fibrosis terjadi dengan pembentukan jaringan parut. Pita tipis jaringan fibrosa ini lambat laun mengeraskan struktur hati.
Fase ketiga adalah sirosis, saat jaringan parut sudah terlalu banyak dan bersifat permanen. Meski tidak bisa pulih, pengidap masih bisa memperlambat kerusakan pada tahap ini.
Fase terakhir adalah gagal hati kronis, ketika sirosis telah merusak kemampuan fungsi penting liver. Penurunan fungsi ini memicu berbagai komplikasi di seluruh tubuh.
Metode Pemeriksaan Kondisi Liver
Beberapa tes medis dapat mendeteksi gangguan liver sejak dini. Langkah awal adalah tes darah untuk mengukur kadar enzim hati, protein, dan bilirubin.
Pemindaian menggunakan USG, CT-Scan, atau MRI dapat melihat ukuran dan tekstur hati. Elastografi dengan ultrasound atau MRI mengukur tingkat kekakuan hati.
>>> ELSA Business dan Bank Danamon Jalin Kerja Sama Tingkatkan Kemampuan Bahasa Inggris Karyawan
Endoskopi dengan kamera kecil ke saluran pencernaan bagian atas memantau langsung kondisi saluran empedu.