San Antonio Spurs bersiap menjamu New York Knicks dalam pertandingan kelima babak Final NBA pada Sabtu malam waktu setempat di Frost Bank Centre, Texas.
Pertandingan ini menjadi laga hidup mati bagi Spurs yang saat ini tertinggal 1-3 dari Knicks.
>>> Turki vs Australia: Laga Pembuka Grup D Piala Dunia 2026 di Vancouver
New York Knicks memimpin seri dengan keunggulan 3-1 setelah mencatat comeback terbesar dalam sejarah final.
Mereka membalikkan ketertinggalan 29 poin untuk menang 107-106 di Madison Square Garden pada Game 4.
Kemenangan dramatis tersebut disaksikan langsung oleh aktor Timothée Chalamet, Kylie Jenner, dan Ben Stiller di pinggir lapangan.
Meskipun tertinggal, kubu San Antonio Spurs tetap menunjukkan rasa percaya diri yang tinggi.
"Everybody thinks (and) everybody knows, we're going to do it," kata Victor Wembanyama, senter San Antonio Spurs.
Pemain muda asal Prancis tersebut mengakui kekalahan pada pertandingan keempat merupakan momen sulit.
Namun kini ia fokus penuh menghadapi tantangan psikologis di laga hidup mati.
"We're very confident, but yeah, I wouldn't say it was so hard to, like, shake off, right? Harder than any other game before, by far, for sure.
>>> Hajime Moriyasu Tunjuk Ko Itakura Jadi Kapten Timnas Jepang
Now we're over it. It's the playoffs.
There's no time to regret things for too long," ujar Wembanyama.
Wembanyama menambahkan bahwa timnya telah melewati banyak kesalahan sepanjang musim dan selalu berhasil memetik pelajaran berharga dari setiap kegagalan.
"It felt like we haven't skipped any steps because we've made almost every mistake we could have possibly done, and we've learned from them," katanya.
Dirinya pun mengandalkan proses evaluasi tim agar bisa langsung diterapkan sebelum seluruh rangkaian pertandingan final ini berakhir.
"I'm counting on the fact that we're going to learn before this series is over and apply," tutur Wembanyama.
Sementara itu, jajaran kepelatihan San Antonio Spurs mengakui bahwa tim mereka turut andil dalam kekalahan di tiga laga sebelumnya akibat kesalahan eksekusi di menit akhir.
>>> Logitech Rilis Spotlight 2 Advanced Presenter di Indonesia, Bantu Redakan Demam Panggung
"There's no avoiding that we could be better," kata Mitch Johnson, pelatih San Antonio Spurs.
Evaluasi dari pelatih tersebut juga didukung oleh barisan pertahanan Spurs yang merasa performa mereka di lapangan tidak kalah kelas dari lawan.
"It's not like we're going out there and getting steamrolled," kata De'Aaron Fox, penjaga San Antonio Spurs.
Di kubu lawan, New York Knicks datang dengan modal ketangguhan mental lewat catatan 13 kemenangan beruntun di fase gugur.
Mereka hanya menelan satu kekalahan sejak putaran pertama.
Kekuatan lini tengah Knicks juga diprediksi akan bertambah solid berkat kehadiran para pendukung setia yang siap meramaikan markas Spurs.
"Our fans are special," kata Karl-Anthony Towns, senter New York Knicks.
Pemain senter andalan Knicks tersebut menganggap kehadiran para suporter setianya sebagai kekuatan tambahan bagi tim.
>>> Knicks Invasi Markas Spurs pada Gim Kelima Final NBA 2026
"Our secret weapon," tutur Towns.