Jumlah kekayaan kelompok orang kaya dunia melonjak hampir 9 persen pada tahun 2025. Aset yang dapat diinvestasikan sebesar US$1 juta atau lebih mencapai rekor baru.
Perusahaan teknologi informasi dan konsultasi asal Prancis, Capgemini, melaporkan total akumulasi aset global dalam kategori ini mencapai US$98,3 triliun.
>>> IHSG Melemah 91 Poin Bersama Bursa Saham Asia
Nilai tersebut setara dengan Rp1.762,51 triliun.
Angka itu merupakan porsi terbesar dari Produk Domestik Bruto (PDB) dunia tahun 2024 yang mencapai US$111 triliun menurut Bank Dunia.
>>> Head & Shoulders Indonesia Gelar Super Cool Run 2026 di Jakarta
Faktor Pendorong dan Populasi
Kenaikan harga saham yang dipicu optimisme terhadap teknologi kecerdasan buatan (AI) menjadi pendorong utama. Fenomena ini menambah populasi orang kaya di seluruh dunia hampir 2 juta orang.
Total populasi individu bernilai bersih tinggi (HNWI) kini mencapai 25,3 juta orang, juga merupakan rekor baru.
Kepemilikan aset tetap terkonsentrasi pada lingkaran superkaya dengan modal US$30 juta atau lebih. Kelompok ultra-HNWI ini mengalami pertumbuhan kepemilikan aset paling cepat.
>>> Cara Cek Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan 2026 Lewat HP dan Syarat Klaim
Jumlah populasi kelompok ultra-HNWI menembus rekor baru sebanyak 250.000 orang.
Industri keuangan global melihat akumulasi modal ini sebagai peluang bisnis potensial.
>>> Kemnaker: 23.470 Pekerja Kena PHK hingga April 2026, Jawa Barat Tertinggi
"Aset kekayaan sebesar seratus triliun dolar AS adalah jumlah uang yang luar biasa dan merupakan peluang yang sangat besar," kata Jared Murphy, head of strategic accounts BlackRock Inc. di AS.