Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperketat sistem pengawasan Olimpiade Sains Nasional (OSN) 2026. Langkah ini diumumkan pada Kamis (4/6/2026) di Jakarta.
Pengetatan dilakukan setelah ditemukan indikasi pelanggaran aturan oleh peserta pada ajang sebelumnya. Temuan tersebut mendorong penerapan sistem pengawasan baru.
>>> Bursa Asia Memerah, IHSG dan Rupiah Ikut Tertekan
Empat Lapis Pengawasan
Kemendikdasmen kini menerapkan empat lapis pengawasan. Pertama, pengawas silang antar-sekolah.
Kedua, pemantauan langsung melalui live streaming di ruang ujian.
Selain itu, Inspektorat Jenderal dilibatkan sebagai panitia pusat. Masyarakat juga dapat melaporkan dugaan kecurangan melalui kanal pengaduan resmi.
>>> 5 Jenis Kopi yang Lebih Aman untuk Lambung Sensitif
Sanksi bagi pelanggar diperberat. Peserta yang melakukan pelanggaran berat akan langsung didiskualifikasi.
Satuan pendidikan yang terbukti terlibat kecurangan serius berisiko dilarang mengirim utusan pada OSN tahun berikutnya. Penerapan sanksi blacklist bagi sekolah diharapkan memberikan efek jera.
Pengetatan ini menyusul sejumlah pelanggaran pada tahap uji coba OSN 2026. Beberapa di antaranya adalah peserta membawa telepon genggam, memotret soal, dan melanggar tata tertib.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menegaskan bahwa prestasi yang diraih dari kecurangan tidak memiliki nilai kebanggaan. "Prestasi yang hadir dari kecurangan bukan prestasi.
>>> IHSG Melemah 91 Poin Bersama Bursa Saham Asia
Itu akan mencoreng karakter dan mengkhianati kemampuan diri siswa sendiri," ujarnya.
Kepala Bidang Pengembangan Talenta Puspresnas, Retno Juni Rochmaningsih, menekankan pentingnya pencegahan.
"Mungkin terlihat sepele ketika uji coba, tapi kami ingin menyampaikan bahwa pencegahan itu lebih baik daripada penanggulangan hal yang sudah terjadi," katanya.
>>> Head & Shoulders Indonesia Gelar Super Cool Run 2026 di Jakarta
Kemendikdasmen berharap ketegasan ini dapat menghentikan praktik kecurangan di masa depan. Komitmen untuk membangun karakter siswa melalui kompetisi yang bersih terus diperkuat.