Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah 91,92 poin atau 1,55 persen ke level 5.849 pada perdagangan Kamis (4/6/2026) pukul 09:20 WIB di Bursa Efek Indonesia.
Tekanan berasal dari sentimen eksternal dan domestik yang membebani pasar.
>>> IHSG Anjlok 3,48 Persen pada Penutupan Sesi I, 4 Juni 2026
Volume perdagangan mencapai 5,74 miliar saham dengan nilai transaksi Rp3,33 triliun melalui 402.473 kali frekuensi.
Sebanyak 84 saham menguat, 531 saham melemah, dan 106 saham stagnan.
Pelemahan IHSG sejalan dengan hampir seluruh indeks utama Asia yang memerah.
KOSPI Korea Selatan merosot 2,52 persen dan NIKKEI 225 Tokyo turun 1,86 persen.
IHSG menjadi indeks dengan pelemahan terdalam ketiga di Asia pada pagi ini.
Sentimen negatif datang dari outlook negatif Moody's terhadap Danantara, pelemahan rupiah yang melebihi 7 persen sejak awal tahun, serta sikap wait and see investor menjelang pengumuman klasifikasi pasar MSCI pada 18 Juni 2026.
>>> KAI Commuter Sediakan KA Penataran Rute Surabaya-Malang Mulai Rp10.000
BRI Danareksa Sekuritas menyebut IHSG berpotensi melanjutkan konsolidasi dengan support di 5.850 dan resistance di 6.060.
Perusahaan sekuritas itu merekomendasikan saham DSSA dan DMAS untuk perdagangan hari ini.
Phintraco Sekuritas menyoroti gelombang serangan baru di Timur Tengah serta ketegangan AS-Iran yang memicu kenaikan harga minyak dunia.
"Harga minyak yang kembali naik juga memicu kecemasan akan inflasi yang meningkatkan peluang Bank Indonesia untuk kembali menaikkan BI Rate, apalagi jika rupiah berlanjut melemah," papar Phintraco.
IHSG berisiko menguji support 5.750–5.840 jika ditutup di bawah 5.900 hari ini.
>>> Nvidia Luncurkan Superchip RTX Spark untuk PC AI di Computex
Saham pilihan Phintraco meliputi JSMR, MSIN, ACES, PSAB, dan MAPA.
Sentimen negatif tambahan datang dari ambruknya bursa Wall Street.
CGS International Sekuritas Indonesia memaparkan penurunan Wall Street dipicu kenaikan harga minyak mentah dan imbal hasil obligasi.
Tekanan terhadap IHSG diperparah aksi jual investor asing dan fluktuasi rupiah.
"IHSG diprediksi akan melanjutkan pelemahannya dengan kisaran support 5.840–5.740 dan resistance 6.040–6.145," demikian riset CGS International.
Saham pilihan CGS International meliputi MAPI, BREN, TLKM, ISAT, TINS, dan MYOR.
>>> Harga Emas Antam Turun Menjadi Rp2,759 Juta per Gram
Panin Sekuritas memproyeksikan indeks domestik masih berpotensi melemah karena tensi global, kenaikan harga minyak, dan ketidakpastian ekonomi dalam negeri.