Nvidia Corp.
meluncurkan komponen inti prosesor bernama Superchip RTX Spark dalam ajang Computex di Taipei pada Kamis, 4 Juni 2026.
>>> Cara Cek PIP Juni 2026 Lewat HP Secara Online
Langkah ini dilakukan untuk merombak ekosistem perangkat laptop hasil kolaborasi bersama Microsoft Corp.
Pengumuman teknologi baru ini mengatrol posisi pasar Nvidia serta MediaTek Inc.
Pergerakan harga saham para pesaing seperti Intel Corp. dan Advanced Micro Devices Inc. (AMD) langsung terpengaruh.
Persaingan pasar komputer global diprediksi semakin ketat saat perangkat pertama yang menggunakan chip kecerdasan buatan (AI) ini mulai dijual pada musim gugur mendatang.
Keunggulan RTX Spark
Prosesor RTX Spark dirancang sebagai rangkaian awal dari cip baru yang menawarkan performa optimal untuk pengoperasian kecerdasan buatan secara lokal di perangkat tanpa koneksi internet.
Kemampuan memproses model besar secara mandiri tanpa bergantung pada jaringan luar menjadi pembeda utama produk Nvidia dibanding cip buatan Intel dan AMD.
Analis Bloomberg Intelligence, Steven Tseng, mengatakan peluncuran ini tampak lebih seperti cara meredefinisi PC AI daripada peluncuran laptop.
"Banyak PC dengan kemampuan AI yang saat ini tersedia di pasar masih sangat bergantung pada AI cloud, sehingga sulit dibedakan dari PC biasa dengan prosesor premium.
>>> Ellie Goulding Umumkan Album Keenam I Know Too Much, Rilis September 2026
RTX Spark mengangkat standar dengan berargumen bahwa PC AI sejati harus dapat menjalankan agen AI secara lokal," kata Tseng.
Peluncuran ini didukung penuh oleh Microsoft selaku pembuat sistem operasi Windows.
Nvidia juga menggandeng produsen global seperti Lenovo Group Ltd., Dell Technologies Inc., dan Asustek Computer Inc.
Perusahaan berencana menghadirkan tiga varian untuk setiap generasi yang mencakup laptop, desktop, hingga workstation.
CEO Nvidia, Jensen Huang, menjelaskan optimalisasi sistem yang telah dilakukan bersama mitra strategis dalam presentasi utama pada hari Senin.
"Microsoft dan Nvidia telah mengoptimalkan semuanya dengan cermat," kata Huang.
Nvidia memproyeksikan komputer versi awal ini akan mengisi segmen premium terlebih dahulu.
>>> Bocoran iPhone 18 Pro: Chip A20 2nm, Kamera Variable Aperture, Dynamic Island Lebih Tipis
Versi yang lebih terjangkau akan diluncurkan kemudian untuk menjangkau segmentasi pasar yang lebih luas.
Huang menginginkan perubahan mendasar pada peran komputer dari sekadar alat pasif menjadi asisten yang terus bekerja aktif berkomunikasi dengan penggunanya.
"Tidak ada satu pun komputer di dunia saat ini yang bisa melakukan itu. Katakan padaku itu bukan R2-D2.
Katakan padaku itu tidak keren," kata Huang.
Langkah ekspansi Nvidia ke pasar PC dinilai para analis semakin agresif dan berpotensi merebut pangsa pasar milik AMD dan Intel.
Analis Bloomberg Intelligence, Kunjan Sobhani dan Oscar Hernandez Tejada, menilai produk Spark akan diuntungkan oleh tren minat terhadap AI personal.
"Adopsi di sektor korporasi mungkin akan sangat penting karena organisasi mencari pemrosesan AI lokal yang dikombinasikan dengan layanan berbasis cloud," tulis mereka.
Kedua analis juga menggarisbawahi potensi besar pemrosesan data lokal dalam mengubah peta persaingan dan pertumbuhan volume penjualan komputasi global.
>>> KPK Tetapkan Delapan Tersangka Korupsi Imigrasi Jakarta Barat
"Apabila adopsi agen AI mendorong permintaan akan komputasi AI pribadi, Nvidia dapat membantu membentuk ulang pasar PC yang secara historis hanya mencatat pertumbuhan satu digit rendah," tulis mereka.