Indeks Dolar AS (DXY) bergerak naik ke kisaran 99,22 pada hari Selasa. Sebelumnya, indeks sempat menyentuh level terendah harian di dekat 99,05.
Pemulihan ini terjadi di tengah ketidakpastian negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran.
>>> Barcode Gokart Kirim Empat Pembalap Indonesia ke SWS International E-Finals 2026
Laporan Kantor Berita Fars menyebutkan komunikasi antara Teheran dan Washington terkait usulan kesepakatan sempat terhenti selama beberapa hari.
Situasi itu memicu sikap hati-hati di kalangan pelaku pasar.
Kondisi ini bertolak belakang dengan pernyataan Presiden AS Donald Trump pada hari Senin yang mengklaim pembicaraan berjalan cepat dan kesepakatan berpotensi tercapai dalam sepekan ke depan.
>>> Basboi Luncurkan Album Kasablanka, Versi Paling Orisinal dari Perjalanan Hidupnya
Dampak Harga Minyak dan Sikap The Fed
Ketegangan geopolitik yang belum mereda turut menahan harga Minyak Mentah West Texas Intermediate (WTI) tetap tinggi di sekitar 91 dolar AS.
Hal ini memperkuat ekspektasi kebijakan hawkish dari bank sentral.
Presiden The Fed Cleveland Beth Hammack memberikan pandangan mengenai langkah antisipasi yang mungkin diambil. "Mungkin perlu bertindak segera jika tren inflasi tidak mendingin," kata Hammack.
>>> OpenAI Luncurkan Tool Baru Codex untuk Pekerja Finansial dan Hukum
Ia juga menambahkan, "Masuk akal untuk mempertahankan suku bunga stabil untuk saat ini, mengingat ketidakpastian."
Data ketenagakerjaan terkini menunjukkan Lowongan Kerja JOLTS AS bulan April naik menjadi 7,618 juta dari 6,887 juta pada Maret.
Angka ini melampaui prediksi pasar sebesar 6,88 juta.
>>> Hot Wheels Legends Tour 2026 Cari Mobil Modifikasi Terbaik Indonesia
Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian pada rilis data Perubahan Ketenagakerjaan ADP pada hari Rabu dan laporan Nonfarm Payrolls pada hari Jumat.