Rapper asal Medan, Basboi, meluncurkan album terbaru bertajuk Kasablanka. Proyek ini disebut sebagai versi paling orisinal dari dirinya setelah satu dekade berkarier.
Dalam acara Hearing Session Album Kasablanka di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (3/6), Basboi mengajak awak media mendengarkan seluruh trek album.
>>> IHSG 4 Juni 2026 Dibuka Anjlok ke Bawah Level 6.000
Uniknya, sesi mendengarkan dilakukan di atas bus yang menyusuri kawasan Kasablanka.
Basboi menjelaskan bahwa penyusunan 15 lagu dalam album ini tidak mengikuti pola tertentu. Proses pengerjaannya lebih dipandu oleh luapan perasaan pribadi.
Rapper bernama asli Baskara Rizqullah ini mengaku tidak menulis lirik secara eksplisit sebelum rekaman. Ia memilih langsung mencurahkan isi hati saat mendengarkan nada musik.
"Karena kebetulan untuk album Kasablanka ini, gue nulis liriknya juga bukan yang kayak ditulis banget gitu.
Mungkin bahasa teknisnya hari ini dibilangnya punch-inya, di mana beat diputer terus gue langsung me-record per bar atau per tiga bar, per empat bar," kata Basboi.
"Semuanya gue sprout aja gitu, tanpa banyak dipikirin, tanpa kayak... Kayak gue nggak peduli teknikalitas apa-apa sekali di sini.
Gue cuma pengen nge-deliver energi gue, perasaan gue," ujar Basboi.
>>> IHSG Dibuka Melemah 1,55 Persen ke Level 5.849 pada 4 Juni 2026
Baskara sadar bahwa kata-kata dalam lagunya berpotensi menyinggung pihak lain. Ia pun menyampaikan permohonan maaf dan menjelaskan bahwa itu merupakan luapan emosi spontan saat rekaman.
"Jadi, bisa dibilang walaupun tadi terkesan kayak gue ngomong asal-asal, tapi kurang lebih itu psikis gue yang kalian dengar tadi.
Karena itu yang keluar off the top dari kepala gue. Kalau offensive dan lain-lain, dengan rendah hati gue mengucapkan mohon maaf sebelumnya," tutur Basboi.
Musisi ini memahami bahwa karyanya tidak bisa dinikmati semua orang. Namun, ia tidak mempersoalkan hal itu karena fokus utamanya adalah menyampaikan keresahan selama menetap di Kasablanka.
"Tapi, that's me guys. Maybe I'm not for everyone.
Tapi ya, itu sih.
Semoga semua perasaan yang ada di diri gue, yang gue kumpulkan selama tinggal di Kasablanka, bisa ter-deliver gitu," kata Basboi.
>>> Jadwal SIM Keliling Bandung Juni 2026 Lengkap dengan Syarat dan Biaya
Album Reflektif dengan Kolaborasi Luas
Album Kasablanka bukan sekadar karya tentang gaya hidup metropolitan. Proyek ini menjadi refleksi mendalam perjalanan hidup Basboi sebagai perantau.
Kisahnya dimulai dari Medan, kemudian berkembang di Bandung, hingga akhirnya membangun identitas kreatif di Jakarta. Kawasan Kasablanka menjadi latar penting dalam fase kehidupannya saat ini.
Dari aspek musikal, Kasablanka melibatkan kolaborasi dengan sejumlah musisi.
Nama-nama seperti Quest, Pierre Lynx, Raka, dan Duffy D hadir sebagai kolaborator yang memberikan warna reflektif, centil, hingga dinamis.
Sektor produksi album ini menampilkan eksplorasi musik yang luas. Mulai dari subgenre trap yang gelap dan keras hingga aransemen yang lebih melodis serta emosional.
Concerto dan Panji Wisnu bertindak sebagai fondasi utama warna suara album ini. Mereka bekerja sama dengan Ryldryl, IVAN, prodyuji.
mp3, Panjoypickup, serta produser internasional seperti Igorbeats, lyricslesson dari Amerika Serikat, hingga Nino dari Bangkok.
>>> Henrik Lundqvist Dukung New York Knicks di Final NBA 2026
Album Kasablanka dijadwalkan rilis secara resmi pada 5 Juni 2026 di berbagai platform musik digital.