Apple Inc. memutuskan untuk menunda peluncuran asisten virtual berbasis kecerdasan buatan, Siri AI, bagi pengguna iPhone dan iPad di Uni Eropa.
Keputusan ini diumumkan pada Kamis (11/6/2026) akibat kendala aturan dalam Digital Markets Act (DMA).
>>> KCIC Larang Warga Main Layang-Layang Dekat Jalur Kereta Whoosh
Penundaan terjadi setelah Apple memperkenalkan Siri AI dalam ajang Worldwide Developers Conference 2026. Aturan DMA mewajibkan sistem operasi seperti iOS membuka akses lebih luas bagi layanan pihak ketiga.
Menurut Apple, hal itu berpotensi mengancam keamanan data pengguna. Pihak manajemen Apple menjelaskan bahwa asisten AI ini memiliki akses terhadap data pribadi dalam jumlah besar.
Apple sebelumnya mengajukan usulan masa transisi selama 18 bulan untuk membangun sistem interoperabilitas yang aman kepada Komisi Eropa.
Namun, permohonan tersebut ditolak oleh regulator.
>>> Pendaftaran PPPK Sekolah Rakyat 2026 Dibuka, Ini Rincian Gaji Pokok
Senior Vice President of Software Engineering Apple, Craig Federighi, menyatakan kekecewaannya.
"Kami sangat kecewa karena pengguna kami di Uni Eropa tidak akan mendapatkan Siri AI di iPhone dan iPad ketika pembaruan perangkat lunak baru diluncurkan akhir tahun ini," kata Federighi dalam laporan Apple, dikutip Kamis (11/6/2026).
Langkah ini menambah daftar fitur Apple Intelligence yang tertahan di pasar Eropa. Sebelumnya, fitur iPhone Mirroring juga mengalami kebijakan serupa.
>>> IHSG Melonjak, Investor Asing Justru Catat Net Sell Besar
Regulator Eropa menegaskan bahwa aturan pasar digital yang mereka terapkan bukan menjadi penghalang bagi inovasi AI.
Juru bicara Komisi Eropa, Thomas Regnier, mengatakan tidak ada pasal di dalam DMA yang melarang Apple meluncurkan produk AI terbaru mereka.
"Keputusan untuk tidak meluncurkan Siri AI di Uni Eropa adalah keputusan Apple dan hanya Apple," ujar Regnier kepada wartawan di Brussel.
Meskipun menghadapi pembatasan di Uni Eropa, Apple tetap berencana mendistribusikan Siri AI ke pasar global lainnya.
>>> JI BLUE Rilis Lagu Keshiki dan Puncaki Billboard Japan Hot 100
Fitur Apple Intelligence ini diklaim memiliki kemampuan pemahaman konteks yang lebih baik serta interaksi yang lebih natural dibandingkan versi sebelumnya.