⌂ Beranda News AS Serang Iran sebagai Balasan atas Penembakan Helikopter Militer

AS Serang Iran sebagai Balasan atas Penembakan Helikopter Militer

AS Serang Iran sebagai Balasan atas Penembakan Helikopter Militer
Helikopter militer AS di Selat Hormuz
A A Ukuran Teks16px

Pasukan Amerika Serikat meluncurkan serangan pertahanan diri terhadap Iran pada Selasa (10/6/2026), beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump menuduh Teheran menembak jatuh helikopter militer Amerika di lepas pantai Oman.

Dua pilot helikopter Apache berhasil diselamatkan setelah pesawat mereka terkena serangan saat berpatroli di atas Selat Hormuz.

>>> Kenali Perbedaan Tukang Gigi, Dokter Gigi, dan Terapis Gigi

Komando Pusat AS mengonfirmasi aksi balasan tersebut melalui media sosial.

“Misi ini merupakan respons proporsional atas agresi Iran yang tidak dapat dibenarkan,” kata Komando Pusat AS atau US Central Command.

Serangan ini memicu ancaman baru terhadap upaya perjanjian damai yang diklaim Trump hampir tercapai.

“Ini respons atas apa yang mereka lakukan terhadap helikopter kami tadi malam, dan saya percaya responsnya harus sangat kuat dan sangat besar, dan itulah serangan ini,” kata Donald Trump, Presiden AS.

>>> Ramalan Zodiak Capricorn, Aquarius, Pisces: Fokus Pekerjaan dan Keuangan

Dampak terhadap Perundingan Damai

Sebelum insiden, Iran dan Israel sempat sepakat menghentikan serangan bilateral setelah ketegangan rudal balistik.

Namun, negosiasi damai yang dimediasi Pakistan di tingkat regional kini menghadapi tantangan berat akibat keterlibatan langsung AS.

Pendekatan diplomatik Amerika Serikat memicu kekhawatiran dari pihak Israel yang tidak terlibat dalam perundingan. Israel mencemaskan kemampuan militer masa depan Teheran dan kelompok proksinya di kawasan tersebut.

>>> Pertamina Naikkan Harga Pertamax dan Pertamax Green 95 per 10 Juni 2026

“Kami perlu memastikan Iran keluar dari konfrontasi ini tanpa kemampuan membangun kembali kapabilitasnya maupun proksinya,” kata Orit Strock, anggota kabinet keamanan Israel.

Strock menegaskan bahwa pihak Israel terus berupaya mencegah Teheran mendapatkan keuntungan besar dari potensi pelonggaran sanksi ekonomi.

“Kami melakukan segala hal yang mungkin agar itu tidak terjadi,” kata Orit Strock.

Di sisi lain, militer Iran memperingatkan akan melakukan tindakan balasan yang lebih keras jika sekutu AS terus melancarkan operasi militer di Lebanon selatan.

>>> Unusa Luluskan Tiga Mahasiswa KIP-K di Taiwan dan Jajaki Kerja Sama dengan PCINU

Sementara itu, kelompok Houthi di Yaman turut memperparah situasi dengan menembakkan rudal ke arah Israel serta memberlakukan larangan navigasi maritim di Laut Merah.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru