⌂ Beranda News Pasar Kripto Merah, Bitcoin Anjlok Picu Likuidasi Massal Rp1,17 Miliar

Pasar Kripto Merah, Bitcoin Anjlok Picu Likuidasi Massal Rp1,17 Miliar

Pasar Kripto Merah, Bitcoin Anjlok Picu Likuidasi Massal Rp1,17 Miliar
Grafik harga Bitcoin menurun
A A Ukuran Teks16px

Pasar kripto kembali tertekan setelah harga Bitcoin bergerak jauh dari rekor tertingginya pada Oktober 2025.

Pergerakan harian terendah menyentuh US$65.759,9 atau sekitar Rp1,17 miliar pada Rabu, 3 Juni 2026.

>>> Moody's Tetapkan Outlook Negatif untuk Danantara Investment Management

Hingga pukul 13.20 WIB, Bitcoin masih melemah 4,1% dibandingkan posisi hari Selasa. Secara tahunan, Bitcoin turun 36% dengan penurunan year-to-date mencapai 23,2%.

Rentang perdagangan Bitcoin pada Rabu ini hampir 50% lebih rendah dari rekor tertinggi sepanjang masa sekitar US$126.000 pada Oktober 2025.

Sentimen negatif memicu likuidasi posisi kripto senilai lebih dari US$1 miliar dalam hitungan jam.

Penutupan paksa posisi leveraged tersebut menjadi yang terbesar sejak Februari 2026. Pelemahan dipicu oleh kekhawatiran konflik Iran, berkurangnya minat pada aset berisiko, dan melemahnya permintaan institusional.

Tekanan jual juga datang dari Strategy Inc., perusahaan milik Michael Saylor, yang menjual sekitar 32 Bitcoin senilai US$2,5 juta.

>>> Kementerian ESDM dan Pemda Bagi Wewenang Izin Tambang serta Sawit

Ini merupakan penjualan pertama sejak akhir 2022.

Arus dana keluar dari ETF Bitcoin spot di AS terus berlanjut dengan penarikan hampir US$3,5 miliar selama 11 hari perdagangan berturut-turut.

Ekonom Peter Schiff memproyeksikan harga Bitcoin bisa turun ke US$50.000 dan bahkan US$20.000.

"There is way too much complacency in Bitcoin for the market to be anywhere near a bottom.

When Bitcoin breaks $50K, it should be a quick fall below $20K," ujar Schiff di media sosial X.

>>> Prabowo Tunjuk Nanik S. Deyang Pimpin Badan Gizi Nasional

Analis menilai pelemahan Bitcoin tak lepas dari penjualan cadangan BTC untuk pertama kalinya dalam 41 bulan terakhir. Pelaku pasar juga mengurangi eksposur akibat ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz.

Kekhawatiran lain adalah lonjakan inflasi yang membuat investor melihat Bitcoin sebagai aset berisiko, bukan lindung nilai.

"Jika Anda menambahkan Bitcoin ke portofolio dengan berpikir itu lindung nilai inflasi jangka pendek, saya pikir Anda perlu mengevaluasinya kembali," ungkap Cam Harvey dari Research Affiliates.

Likuidasi besar terjadi di pasar derivatif, dengan sekitar US$1,64 miliar posisi terlikuidasi dalam 24 jam, mayoritas dari posisi beli.

Kapitalisasi pasar kripto turun 0,81% menjadi US$2,26 triliun.

>>> Iran Tegaskan Rencana Nasionalisasi Selat Hormuz, Picu Ketegangan dengan AS

Jika level US$2,23 triliun bertahan, pasar berpeluang rebound menuju US$2,33 triliun. Namun, jika support ditembus, tekanan jual diperkirakan semakin kuat.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru