Masyarakat di kawasan zona euro memperkirakan tekanan inflasi masih akan bertahan dalam beberapa waktu ke depan.
Lonjakan ini dipicu oleh kenaikan tajam harga minyak dan energi setelah pecahnya konflik di Iran.
>>> IHSG Anjlok Hampir 5 Persen, Rupiah Melemah ke Rp 17.936,5
Kondisi tersebut tercermin dari hasil Survei Ekspektasi Konsumen terbaru yang dirilis oleh Bank Sentral Eropa (ECB).
Persepsi publik terhadap inflasi selama 12 bulan terakhir mengalami peningkatan signifikan pada April.
Tingkat inflasi yang dirasakan konsumen mencapai median 4,0 persen. Angka ini menunjukkan kenaikan dari 3,5 persen pada Maret.
Responden juga memperkirakan inflasi tetap bertahan di level 4,0 persen untuk periode 12 bulan mendatang.
Rumah tangga di zona euro menilai risiko kenaikan harga sebagai tantangan yang belum mereda.
>>> PLN Targetkan Pemangkasan Jumlah Anak Usaha Jadi 23 Perusahaan pada 2028
ECB mencatat bahwa ketidakpastian terkait prospek inflasi jangka pendek masih berada di tingkat yang cukup tinggi.
Konflik Iran yang pecah pada akhir Februari menjadi faktor utama yang memengaruhi persepsi masyarakat.
Dampak ketegangan tersebut dirasakan langsung melalui kenaikan harga bahan bakar di berbagai negara anggota zona euro. Di sisi lain, optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi secara umum mulai melemah.
Ekspektasi pertumbuhan pendapatan nominal selama setahun ke depan turun menjadi 0,8 persen pada April. Sebelumnya angka tersebut berada di 1,2 persen.
Penurunan Prospek Pertumbuhan dan Kebijakan Suku Bunga
Pandangan masyarakat terhadap prospek ekonomi kawasan juga terpantau memburuk. Konsumen memproyeksikan pertumbuhan ekonomi tetap berada di wilayah negatif.
Ekspektasi pertumbuhan turun menjadi minus 2,2 persen dari sebelumnya minus 2,1 persen.
>>> Investor Asing Lepas Saham BBCA Rp 265 Miliar di Sesi I
Kenaikan harga minyak dalam beberapa bulan terakhir turut mendorong inflasi tahunan zona euro menyentuh angka 3,0 persen pada April.
Angka realisasi tersebut masih berada di atas target inflasi yang telah ditetapkan oleh ECB.
Situasi ini memicu spekulasi di pasar keuangan mengenai potensi langkah pengetatan kebijakan moneter oleh ECB.
Bank sentral diprediksi berpotensi menaikkan suku bunga pada pertemuan berikutnya untuk meredam tekanan inflasi.
Survei Ekspektasi Konsumen ECB ini dilakukan setiap bulan secara daring dengan melibatkan sekitar 19.000 responden dari 11 negara anggota.
>>> Ollobot Perkenalkan Robot Pendamping Emosional OlloNi di Shenzhen
Hasilnya menjadi salah satu indikator penting untuk memantau persepsi inflasi dan ekonomi kawasan.