⌂ Beranda News IHSG Anjlok Hampir 5 Persen, Rupiah Melemah ke Rp 17.936,5

IHSG Anjlok Hampir 5 Persen, Rupiah Melemah ke Rp 17.936,5

IHSG Anjlok Hampir 5 Persen, Rupiah Melemah ke Rp 17.936,5
Grafik IHSG menurun dan nilai tukar rupiah melemah
A A Ukuran Teks16px

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah nyaris 5 persen pada penutupan perdagangan sesi I hari Rabu (3/6).

Pelemahan ini dipicu oleh posisi nilai tukar rupiah dan penyusutan data ekonomi Indonesia.

>>> Nadiem Makarim Bantah Kerugian Negara dalam Kasus Chromebook

Rupiah juga melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sebesar 0,55 persen ke level Rp 17.936,5 berdasarkan data Bloomberg.

Kondisi pasar modal saat ini dipengaruhi oleh pelemahan nilai tukar domestik terhadap mata uang asing.

Faktor Pendorong Koreksi IHSG

Head of Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menyatakan bahwa koreksi yang terjadi di IHSG disebabkan oleh pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Selain itu, pergerakan indeks dibebani oleh aksi koreksi emiten konglomerasi yang sempat menguat signifikan hingga mengalami auto reject atas pada perdagangan sebelumnya.

>>> Studi Ungkap Kelenjar Thymus Berperan Besar Jaga Kesehatan Orang Dewasa

Analis menambahkan bahwa indeks saham domestik masih berada di fase penurunan jangka pendek. Penurunan ini dipicu oleh pergerakan saham-saham kapitalisasi besar yang terkoreksi setelah melonjak tajam.

Dari sisi teknikal, pergerakan IHSG masih berada di fase downtrend dan belum menunjukkan tanda-tanda pembalikan arah yang valid.

Faktor domestik lain yang turut menahan laju indeks adalah penurunan surplus neraca perdagangan Indonesia per April 2026 yang menyentuh angka US$ 89,1 juta.

>>> Nissan Rilis Daftar Harga Mobil Juni 2026 Wilayah Jakarta

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, mengatakan penyusutan surplus neraca perdagangan tersebut merupakan level terendah dalam enam tahun terakhir.

Hal ini menunjukkan perlambatan kontribusi sektor eksternal dan menjadi penahan laju penguatan IHSG.

Sentimen lain yang memicu volatilitas pasar berasal dari rencana penyesuaian indeks global FTSE Russell yang dijadwalkan pada 22 Juni mendatang.

Dari eksternal, konflik geopolitik di Timur Tengah serta data ketenagakerjaan AS ikut memengaruhi ekspektasi investor.

>>> Investor Asing Lepas Saham BBCA dan TPIA, IHSG Anjlok 4,94%

Perilisan US Nonfarm Payrolls per Mei pada akhir pekan ini juga dinantikan karena akan mempengaruhi ekspektasi arah suku bunga The Fed ke depannya.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru