PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI berencana mengintegrasikan Stasiun Karet dan Stasiun BNI City. Kedua stasiun itu hanya berjarak 150 meter.
Jarak yang sangat pendek dinilai memicu potensi bahaya besar bagi operasional kereta. Risiko kecelakaan lalu lintas di Stasiun Karet disebut cukup tinggi.
>>> 19 Game Baru Diperkenalkan di PlayStation State of Play Juni 2026
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, menjelaskan bahwa integrasi ini bertujuan meningkatkan keselamatan.
Hal itu disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VI DPR RI pada Rabu (3/6/2026).
>>> Zayn Malik Emosi Dihalangi Paparazzi di Manchester
Stasiun Karet Jadi Selasar
Dalam rencana penataan, bangunan Stasiun Karet akan dialihfungsikan menjadi area selasar. Fasilitas penghubung ini akan dilengkapi travelator atau eskalator datar untuk memudahkan pergerakan penumpang.
Meski demikian, akses masuk dan keluar penumpang tidak berubah total. Aktivitas tap in dan tap out tetap dipusatkan di Stasiun BNI City.
>>> IHSG Ambles ke 5.889,48, Level Terendah Sepanjang 2026 pada Sesi I 3 Juni
Proyek integrasi ini merupakan bagian dari pengembangan kawasan Transit Oriented Development (TOD) Dukuh Atas. Megaproyek di pusat Jakarta tersebut ditargetkan selesai pada 2027.
Melalui konsep TOD, pemerintah menyatukan berbagai moda transportasi massal, seperti LRT, MRT, KRL Commuter Line, dan Kereta Bandara.
>>> Aldi Satya Mahendra Konsisten Raih Poin di World Supersport Aragon
Hubungan antarstasiun ini semula ditargetkan selesai Desember 2025, namun belum terwujud hingga kini.