PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menambah frekuensi perjalanan LRT Jabodebek pada jam sibuk hari kerja.
Penambahan dilakukan melalui uji coba pengoperasian Kereta Luar Biasa (KLB) mulai Senin (8/6) hingga Jumat (12/6).
Langkah ini diambil berdasarkan tingginya volume penumpang pada rentang waktu pagi hari.
Penambahan jadwal dilakukan pada relasi Jatimulya-Dukuh Atas BSI pukul 07.14 WIB serta relasi Harjamukti-Dukuh Atas BSI pukul 07.24 WIB.
Data operasional menunjukkan rata-rata kepadatan pengguna terjadi antara pukul 06.00 hingga 08.00 WIB.
Stasiun Harjamukti melayani 6.224 pengguna per hari, Stasiun Cikoko 3.432 pengguna, Stasiun Cikunir 1 sebanyak 3.274 pengguna, Stasiun Jatimulya 2.786 pengguna, dan Stasiun Jatibening Baru 2.638 pengguna per hari.
Uji Coba untuk Atasi Kepadatan
Kepadatan di sejumlah stasiun keberangkatan utama menuju pusat aktivitas di Jakarta menjadi alasan utama uji coba ini.
Manajemen memastikan operasional LRT Jabodebek tetap berjalan normal dengan mengoptimalkan pola operasi pada slot waktu dengan mobilitas tinggi.
"Uji coba penambahan frekuensi merupakan langkah adaptif KAI dalam menjawab kebutuhan mobilitas pengguna LRT Jabodebek pada jam sibuk pagi," ujar Radhitya Mardika, Manager of Public Relation LRT Jabodebek, Sabtu (6/6/2026).
"Langkah tersebut diharap dapat mendukung distribusi pengguna menjadi lebih merata dan mengurangi kepadatan antrean di stasiun maupun rangkaian kereta," tambahnya.