⌂ Beranda News KAI Alokasikan Rp3,8 Triliun PMN untuk Pengadaan KRL Jabodetabek

KAI Alokasikan Rp3,8 Triliun PMN untuk Pengadaan KRL Jabodetabek

KAI Alokasikan Rp3,8 Triliun PMN untuk Pengadaan KRL Jabodetabek
Kereta Rel Listrik (KRL) baru di stasiun Jabodetabek
A A Ukuran Teks16px

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengalokasikan dana Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp3,8 triliun yang diterima pada 2024 dan 2025 untuk mendanai proyek pengadaan sarana KRL Jabodetabek.

Langkah strategis ini dilakukan seiring lonjakan penumpang yang tumbuh empat persen per tahun serta mayoritas armada saat ini yang sudah berusia lebih dari tiga dekade.

>>> Panduan Memilih Strategi Trading bagi Pemula dari Broker Elev8

Penyaluran Dana PMN 2024 dan 2025

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin menjelaskan bahwa dana PMN tahun 2024 senilai Rp2 triliun yang diterima pada 5 Januari 2025 telah disalurkan seluruhnya ke PT Kereta Commuter Indonesia pada 25 Maret 2025 dan terserap sepenuhnya untuk proyek tersebut.

Sementara itu, PMN tahun 2025 sebesar Rp1,8 triliun baru dicairkan sebagian ke PT KCI dan telah dibayarkan ke PT INKA sebesar Rp744,46 miliar guna mempercepat penyelesaian armada baru.

"Kami menerima ini di 31 Desember 2025 senilai Rp1,8 triliun dan kami telah meneruskan ke PT KCI tertanggal 20 Mei 2026, di mana telah ter-spending yaitu Rp744,46 miliar itu kepada PT INKA," ujar Bobby dalam Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta.

>>> 11 Kalimat Toxic Orang Tua Zaman Dulu yang Diam-Diam Melukai Mental Anak

Sisa anggaran PMN 2025 yang belum terpakai akan disalurkan secara berkala sejalan dengan kemajuan pengerjaan fisik kereta di pabrik.

"Sehingga sisa saldo yang ada untuk PMN 2025 ini senilai Rp1,055 triliun yang proyeksinya akan kita spending sesuai dengan progress dari penyelesaian 9 trainset yang sudah ada di PT INKA sesuai dengan recovery schedule-nya yaitu diharapkan penyelesaiannya itu di bulan September tahun 2026," tutur Bobby.

KAI mencatat ada 780 unit KRL eks JR 205 dan 128 unit eks Tokyo Metro yang saat ini beroperasi dengan usia berkisar antara 34 hingga 41 tahun, sehingga peremajaan mendesak dilakukan demi mengantisipasi target 437 juta penumpang pada 2030.

Secara keseluruhan, total investasi proyek pembaruan armada ini mencapai Rp9,18 triliun yang bersumber dari kombinasi dana PMN, kas internal KCI, dan pinjaman sindikasi perbankan.

>>> Daftar Harga Gift TikTok Terbaru Juni 2026 dan Panduan Cara Belinya

"Proyek pengadaan sarana KRL Jabodetabek ini, total nilai proyek itu Rp9,18 triliun, di mana terdiri, pembiayannya terdiri dari dukungan pemerintah melalui PMN Rp5,3 triliun 58%, kemudian pengadaan dengan kas internal PT KCI sekitar Rp0,19 triliun dan kredit sindikasi pinjaman perbankan sebanyak Rp3,69 triliun," ujar Bobby.

Alokasi anggaran tersebut dibagi ke dalam beberapa tahapan kerja, termasuk pengadaan 16 rangkaian kereta baru produksi lokal, pemesanan armada baru dari Tiongkok, hingga program peremajaan atau retrofit.

"Rp9,18 triliun ini itu ada 5 step, 5 stagingnya, satu adalah pengadaan KRL baru sebanyak 16 trainset, ini dengan PT INKA senilai Rp3,8 triliun, kita telah melakukan adendum terhadap kontraknya di Desember 2025.

>>> Google Luncurkan Gemini Go, Asisten AI untuk HP Android Kelas Bawah

Kemudian ada 2 pengadaan dengan CRRC Tiongkok, itu senilai Rp0,83 triliun plus dengan Rp2,2 triliun 11 trainset," tutup Bobby.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru