⌂ Beranda News Elon Musk Akui Pembelian Twitter Dipicu Transisi Gender Anak
News

Elon Musk Akui Pembelian Twitter Dipicu Transisi Gender Anak

Elon Musk berbicara di sebuah acara
Elon Musk berbicara di sebuah acara
A A Ukuran Teks16px

Miliarder Elon Musk membenarkan spekulasi bahwa keputusannya membeli Twitter pada 2022 dipicu oleh reaksi kecewa terhadap transisi gender anaknya, Vivian Wilson.

Pengakuan ini disampaikan melalui respons singkat di platform X pada Rabu (3/6/2026).

Musk menanggapi unggahan pengguna X bernama Syd Steyerhart yang membahas dampak transisi Vivian terhadap akuisisi Twitter. "Benar," jawab Musk.

Dalam cuitan lanjutan, pemilik SpaceX itu menulis bahwa Vivian "dibunuh oleh virus pikiran woke, sekarang virus itu akan mati."

Latar Belakang Akuisisi

Sebelum pengakuan ini, bukti mengenai pengaruh isu transgender dalam pembelian Twitter senilai USD 44 miliar telah terungkap dari berkas pengadilan Delaware.

Kasus ini bermula ketika Twitter menangguhkan akun satir Babylon Bee pada Maret 2022 setelah menyebut Asisten Menteri Kesehatan AS Laksamana Rachel Levine, seorang perempuan transgender, dengan sebutan pria.

CEO Babylon Bee, Seth Dillon, mengungkapkan bahwa Musk langsung menghubunginya untuk memverifikasi penangguhan akun tersebut dan mulai merenungkan rencana pembelian platform.

Mantan istri Musk, Talulah Riley, juga mendesak Musk melalui pesan teks untuk bertindak melawan paham radikal di media sosial.

"Bisakah kamu membeli Twitter lalu menghapusnya, tolong!? Amerika menjadi GILA.

Babylon Bee ditangguhkan itu gila," ujarnya.

Riley menambahkan bahwa media sosial mudah dieksploitasi oleh kaum radikal untuk rekayasa sosial. "Tolong lakukan sesuatu untuk melawan paham 'woke'," imbuhnya.

Merespons pesan tersebut, Musk menjawab, "Mungkin membelinya dan mengubahnya agar benar-benar mendukung kebebasan berbicara."

📰 Update Terbaru