⌂ Beranda News Tasya Farasya Pangkas Berat Badan 13 Kilogram Lewat Diet Sehat 2,5 Bulan

Tasya Farasya Pangkas Berat Badan 13 Kilogram Lewat Diet Sehat 2,5 Bulan

Tasya Farasya Pangkas Berat Badan 13 Kilogram Lewat Diet Sehat 2,5 Bulan
Tasya Farasya berhasil menurunkan berat badan 13 kg dengan diet sehat dan olahraga
A A Ukuran Teks16px

Selebgram dan beauty vlogger Tasya Farasya membagikan kisah suksesnya menurunkan berat badan sebanyak 13 kilogram dalam waktu 2,5 bulan.

Perubahan fisiknya terlihat dari unggahan di akun Instagram pribadinya.

>>> IShowSpeed Rilis Lagu World Cup Championship Sambut Piala Dunia 2026

Dalam unggahan tersebut, ibu dua anak ini memperlihatkan perbandingan dua foto dengan pakaian yang sama. Data indikator kebugaran tubuhnya sebelum dan sesudah program juga dicantumkan.

Awalnya, berat badan Tasya mencapai 72 kilogram dengan kadar lemak tubuh 37 persen. Setelah menjalani program, bobotnya turun menjadi 59 kilogram dengan persentase lemak tubuh 29 persen.

Perempuan berusia 34 tahun ini mengaku sukses membuang 13 kilogram bobot tubuh. Hasil ini diperoleh dari kombinasi olahraga rutin, pengaturan pola makan, dan pendampingan tenaga medis profesional.

"Hasil kerja keras memong, dari olahraga padel, gym, jaga pola makan, tidur cukup, ke dokter gizi, sampe di klinik di exislim, dan segala macam usaha lainnya 2,5 bulan ini," tulisnya di Instagram @tasyafarasyadump.

Aktivitas fisik yang dilakukan Tasya dalam beberapa bulan terakhir berfokus pada olahraga padel. Ia bahkan membangun lapangan padel sendiri untuk menunjang hobi barunya.

Penerapan diet sehat seperti yang dilakukan Tasya perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing.

>>> 10 Film Luar Negeri Terbaru yang Tayang di Bioskop Juni 2026

Konsultasi dengan dokter atau ahli gizi sangat dianjurkan agar program sesuai kebutuhan biologis dan rutinitas harian.

Menurut data medis Healthline, pilar utama diet sehat adalah konsumsi makanan padat nutrisi dan pembatasan produk olahan. Langkah ini bertujuan membangun pola konsumsi seimbang bagi tubuh.

"Pola makan seimbang memberi tubuh nutrisi yang dibutuhkan agar berfungsi dengan baik.

Sebagian besar kalori harian harus berasal dari buah dan sayuran segar, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, dan protein rendah lemak," ujar ahli diet klinis Marie Lorraine Johnson MS, RD, CPT.

"Kalori adalah ukuran energi yang disediakan oleh makanan. Jumlah kalori yang dibutuhkan seseorang bergantung pada jenis kelamin, usia, dan tingkat aktivitasnya," tambahnya.

>>> Ramalan Zodiak Cinta: Tips Jaga Hubungan Harmonis dari Wolipop

Kombinasi manajemen asupan makanan dan aktivitas fisik secara periodik menjadi poin krusial. Langkah simultan ini mampu menekan risiko obesitas yang menjadi pemicu berbagai penyakit kronis.

"Tanpa olahraga, seseorang juga akan memiliki risiko lebih tinggi terhadap obesitas dan berbagai penyakit yang membentuk sindrom metabolik, seperti diabetes tipe 2 dan tekanan darah tinggi," ungkap Johnson.

Pengaruh Olahraga dan Pola Hidup terhadap Berat Badan

Faktor keberhasilan penurunan berat badan juga dipengaruhi oleh stabilitas mental dan pola istirahat. Keselarasan berbagai aspek gaya hidup ini menjadi kunci mengoptimalkan kondisi kebugaran.

"Kesehatan yang optimal melampaui nutrisi. Butuh olahraga, tidur nyenyak, dan meminimalkan stres juga penting," ungkap spesialis nutrisi olahraga Rudy Mawer, MSc, CISSN.

Beberapa opsi aktivitas fisik efektif dalam mendukung program penurunan berat badan antara lain:

  • Latihan kekuatan, yang berfungsi mempertahankan dan membangun massa otot tubuh.
  • Olahraga aerobik seperti jalan kaki, jogging, atau bersepeda untuk mengoptimalkan pembakaran kalori harian.

Aktivitas olahraga teratur mampu mengontrol regulasi hormon rasa lapar.

>>> SpaceX Siapkan Syarat IPO, Target Valuasi Rp 27.000 Triliun

Berdasarkan studi iScience tahun 2021, peningkatan kualitas kebugaran kardiovaskular tetap memberikan dampak positif bagi kesehatan, terlepas dari ada atau tidaknya penurunan berat badan.

A
Tim Redaksi
Penulis: Anna Suleta
📰 Update Terbaru