Sejumlah pedagang valuta asing kaki lima di kawasan Kwitang, Jakarta Pusat, menghadapi situasi sepi transaksi.
Hal ini terjadi meskipun mata uang dolar AS terpantau terus menguat pada Rabu (3/6/2026).
>>> IHSG Anjlok Nyaris 5 Persen, Rupiah Tembus Rp17.900 per Dolar AS
Kondisi lesu ini terlihat di sepanjang jalan Kramat Kwitang arah Monumen Nasional.
Berdasarkan pantauan, hanya tiga dari lima lapak pedagang yang beroperasi dengan fasilitas seadanya seperti bangku plastik dan sebuah etalase kecil.
Layanan Unik Jadi Andalan
Para pelaku usaha informal ini tetap bertahan karena menyediakan layanan unik. Layanan tersebut umumnya ditolak oleh jasa penukaran uang atau money changer resmi.
Layanan khusus tersebut meliputi pembelian mata uang asing dalam kondisi fisik yang rusak, lecek, lusuh, hingga sobek sebagian.
>>> Tasya Farasya Pangkas Berat Badan 13 Kilogram Lewat Diet Sehat 2,5 Bulan
Salah satu pedagang valas kaki lima, Rohadi (55), menjelaskan bahwa aktivitas perdagangan mata uang di pinggir jalan kawasan tersebut sebenarnya telah berlangsung sejak dekade 1990-an.
"Waktu itu penuh pada berjejer, sekarang paling empat lima orang lah sampai ujung (persimpangan Jl. Pasar Senen), ini sebelah papannya ada tapi orangnya belum buka, sore biasanya dia mah," ucap Rohadi.
Menurut penjelasannya, penerimaan uang asing yang cacat fisik menjadi faktor pembeda utama. Hal ini juga menjadi modal utama kelangsungan bisnis mereka.
>>> IHSG Ambruk 4,94% ke Level Terendah Sepanjang 2026
Meskipun jumlah pelaku usaha sejenis kini telah mengalami penurunan drastis. Hal ini akibat menyusutnya jumlah pelanggan selama beberapa dekade terakhir.
"Kalau kita terima dolar apa pun kondisinya, lecek atau sobek. Kan biasanya itu nggak diterima di money changer, makanya baru lari ke kita buat jual," terang Rohadi.
Selain mata uang dolar AS, para pedagang di kawasan ini juga melayani penukaran komoditas mata uang lain. Mereka menerima dolar Singapura, ringgit Malaysia, riyal Arab Saudi, hingga euro.
"Kita terima semua (mata uang), dolar Singapura, ringgit Malaysia, atau riyal Arab kan. Iya, euro juga diterima.
>>> Prabowo Rombak Pimpinan BGN, Istana Pastikan Program MBG Lancar
Pokoknya yang masih ada harganya di money changer kita terima," tutur Rohadi.