Presiden Prabowo Subianto memberhentikan Dadan Hindayana dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pada Selasa (2/6/2026).
Langkah perombakan struktur kepemimpinan lembaga ini langsung diikuti dengan penunjukan jajaran pejabat baru.
>>> IShowSpeed Rilis Lagu World Cup Championship Sambut Piala Dunia 2026
Posisi Kepala BGN kini dijabat oleh Nanik S Deyang. Ia akan didampingi oleh Agustina Arum Sari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.
Pengamat Sorot Kinerja BGN
Perubahan ini memicu respons dari pengamat kebijakan publik, Trubus Rahardiansyah. Ia menilai kinerja lembaga tersebut memerlukan evaluasi menyeluruh.
Trubus menyoroti pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dianggapnya belum berjalan optimal di lapangan.
"Tidak hanya masalah komunikasi, tata kelola juga (belum cukup optimal)," kata Trubus saat dihubungi pada Rabu (3/5/2026).
>>> 10 Film Luar Negeri Terbaru yang Tayang di Bioskop Juni 2026
Trubus memaparkan data bahwa terdapat puluhan ribu pelajar yang mengalami keracunan sejak program MBG digulirkan pada 2025 hingga awal 2026.
Secara akumulatif, total kasus keracunan makanan tersebut telah mencapai 33.626 siswa di berbagai wilayah.
"Terus banyak sekali yang ditolak oleh penerima," katanya.
Kondisi tersebut membuat Trubus mendesak BGN di bawah kepemimpinan Nanik S Deyang untuk segera melakukan pembenahan tata kelola.
Pengamat itu juga menyarankan agar sasaran penerima manfaat program MBG lebih difokuskan kepada anak-anak sekolah.
>>> Ramalan Zodiak Cinta: Tips Jaga Hubungan Harmonis dari Wolipop
Selain pembenahan operasional, Trubus mengusulkan pembentukan Undang-Undang khusus yang mengatur program MBG agar memiliki regulasi yang kuat dan berkekuatan hukum tetap.
"Kenapa? Karena jumlah anggarannya sangat besar, program itu kan harus berkelanjutan," ucapnya.
Istana Beri Jaminan
Merespons dinamika pergantian kepemimpinan di BGN, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memberikan klarifikasi resmi dari pihak pemerintah.
Kebijakan perombakan ini diklaim tidak akan mengganggu jalannya program pemenuhan gizi nasional.
>>> SpaceX Siapkan Syarat IPO, Target Valuasi Rp 27.000 Triliun
"Pemerintah sekali lagi menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan ini tidak akan mengganggu komitmen kita di dalam menjalankan program MBG yang dilaksanakan oleh BGN," kata Prasetyo di Kantor Presiden, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (2/6/2026).