Nilai tukar rupiah di pasar spot exchange mencatatkan penurunan signifikan pada pembukaan perdagangan Kamis, 18 Juni 2026.
Mata uang Garuda merosot di hadapan dolar Amerika Serikat (AS).
>>> Pemerintah Siap Terapkan BBM B50 Mulai 1 Juli 2026
Berdasarkan data pasar, pergerakan rupiah pada pukul 09.05 WIB terkoreksi sebesar 96 poin atau setara 0,54 persen.
Koreksi ini membawa mata uang nasional ke posisi Rp 17.858 per dolar AS.
Faktor Pelemahan Rupiah
Indeks dolar AS justru merangkak naik 0,17 persen menuju level 100.26.
Situasi tersebut memperpanjang tren negatif rupiah setelah pada penutupan Rabu (17/6/2026) juga melemah 39 poin ke level Rp 17.764 per dolar AS.
>>> Petugas Gabungan Tindak Ratusan Motor Parkir Liar di Kembangan
Di pasar global, mata uang AS bertahan pada posisi tertinggi dalam lebih dari dua bulan terakhir.
Menurut data CNBC International, tren ini dipicu oleh meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga bank sentral AS.
The Federal Reserve yang dipimpin ketua baru Kevin Warsh mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,50 persen hingga 3,75 persen.
Indeks dolar AS bergerak stabil di angka 100,31 setelah sempat melonjak 0,85 persen pada sesi sebelumnya.
>>> Pelayaran Selat Hormuz Butuh Waktu untuk Normal Pasca Kesepakatan AS-Iran
Pergerakan mata uang global lainnya bervariasi terhadap dolar AS.
Euro ditutup menguat tipis ke US$ 1,1511 per dolar AS, sementara poundsterling Inggris naik ke $ 1,3318 per dolar AS.
Dolar Australia dan dolar Selandia Baru juga membukukan kenaikan masing-masing sekitar 0,2 persen ke $ 0,7025 dan $ 0,5780 per dolar AS.
Sebaliknya, yen Jepang melemah ke level 160,760 dan mendekati batas intervensi resmi otoritas setempat.
>>> PN Jakpus Eksekusi Lahan Eks Hotel Sultan Hari Ini
"Dolar AS naik dan mencatatkan kenaikan yang cukup besar. Ini akan membutuhkan waktu untuk pulih," kata Gavin Friend.