Peabo Bryson, penyanyi legendaris peraih penghargaan Grammy, meninggal dunia pada usia 75 tahun di Amerika Serikat.
Ia mengembuskan napas terakhir pada Selasa (2/6/2026) pukul 17.00 waktu setempat.
>>> Penggemar BTS di Taiwan Berdoa di Kuil Longshan Demi Tiket Konser
Kabar duka ini dikonfirmasi secara resmi oleh pihak keluarga. Sang musisi sempat menjalani perawatan medis akibat serangan stroke beberapa hari sebelumnya.
Kepergian Bryson menyisakan duka mendalam bagi dunia musik internasional. Ia telah berkarier selama lebih dari lima dekade.
>>> IHSG Ambruk 4 Persen, Rupiah Sentuh Rekor Terlemah Rp17.925
Pihak keluarga menjelaskan bahwa momentum berpulangnya sang penyanyi berlangsung dalam suasana yang sangat tenang. Ia didampingi oleh karib kerabat terdekatnya.
“Beliau meninggal dunia dengan tenang pada pukul 17.00 ET pada Selasa malam, 2 Juni 2026, dikelilingi oleh kasih sayang keluarganya dan orang-orang terdekatnya,” demikian pernyataan keluarga, dikutip dari ABCnews, Rabu (3/6/2026).
Sebelum mengalami serangan stroke yang berujung pada kematiannya, Bryson tercatat memiliki riwayat medis penyakit kardiovaskular yang cukup serius.
>>> Cara Mencairkan BPJS Ketenagakerjaan Saat Masih Aktif Bekerja
Ia pernah mengalami serangan jantung pada tahun 2019 silam, meskipun pada saat itu ia berhasil pulih dan kembali beraktivitas.
Berdasarkan data medis dari Mayo Clinic, stroke digolongkan sebagai kondisi kegawatdaruratan medis fatal yang dipicu oleh gangguan pasokan darah menuju otak akibat sumbatan atau pecahnya pembuluh darah.
>>> Puasa Tasua dan Asyura di Bulan Muharram: Niat dan Keutamaan
Serangan stroke berisiko tinggi memicu komplikasi berat seperti disfagia, kelumpuhan anggota gerak, gangguan komunikasi, demensia vaskular, infeksi paru, hingga pembengkakan otak, terutama bagi pasien lanjut usia.