Putri sulung Raja Thailand Maha Vajiralongkorn, Putri Bajrakitiyabha Narendiradebyavati, meninggal dunia di Rumah Sakit Chulalongkorn, Bangkok, pada Kamis (11/6/2026) pukul 19:48 waktu setempat.
Biro Rumah Tangga Kerajaan Thailand merilis kabar duka tersebut melalui pernyataan resmi yang dikutip kantor berita TNA pada Jumat (12/6/2026).
>>> Polisi dan TNI Siagakan 4.151 Personel Kawal Demo Mahasiswa di Jakarta
Sang putri sempat mengalami kondisi koma sejak 15 Desember 2022 akibat masalah jantung.
Kesehatannya memburuk sejak 21 Mei 2026 karena infeksi perut atau kolitis. Komplikasi yang muncul meliputi tekanan darah rendah, aritmia jantung, dan pembekuan darah.
Tim dokter kerajaan telah memberikan perawatan intensif, namun kondisi Putri Bajrakitiyabha tidak stabil hingga akhirnya mengembuskan napas terakhir.
>>> Bank Dunia Soroti Subsidi BBM Tidak Tepat Sasaran di Indonesia
Raja Maha Vajiralongkorn memerintahkan upacara pemakaman dengan tata cara kerajaan tertinggi. Jenazah akan disemayamkan di Aula Singgasana Phiman Rattaya di kompleks Istana Raja, Bangkok.
Pihak kerajaan menyusun jadwal penghormatan bagi masyarakat.
Upacara Pemandian Simbolis digelar pada Sabtu (13/6/2026) pukul 08:30 hingga 24:00 waktu setempat di Paviliun Sahathai Samakom.
>>> Toyota Avanza Bekas Rp60 Jutaan: Pilihan Tahun 2006-2008
Penandatanganan buku belasungkawa dimulai Minggu (14/6/2026) di lokasi yang sama, setiap hari pukul 08:30 hingga 16:00 waktu setempat.
Penghormatan langsung di hadapan jenazah dapat dilakukan publik mulai 27 Juni 2026 di Aula Singgasana Phiman Rattaya, setiap hari pukul 09:00 hingga 21:00 waktu setempat.
Semasa hidupnya, Putri Bajrakitiyabha dikenal sebagai anggota kerajaan yang terpelajar dan aktif. Ia meraih gelar doktor hukum di Amerika Serikat.
>>> Iran Tutup Selat Hormuz Akibat Ketegangan Meningkat di Teluk Persia
Ia pernah menjadi Duta Besar Thailand untuk Austria dan perwakilan Thailand di UNODC. Masyarakat Thailand menghormatinya atas reformasi hukum dan advokasi hak-hak perempuan di penjara.