⌂ Beranda News Rupiah Terpuruk 39 Poin ke Rp 17.878 per Dolar AS Akibat Konflik Timur Tengah

Rupiah Terpuruk 39 Poin ke Rp 17.878 per Dolar AS Akibat Konflik Timur Tengah

Rupiah Terpuruk 39 Poin ke Rp 17.878 per Dolar AS Akibat Konflik Timur Tengah
Grafik pelemahan rupiah terhadap dolar AS
A A Ukuran Teks16px

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali tertekan pada perdagangan Rabu, 3 Juni 2026.

Berdasarkan data Bloomberg pukul 09.05 WIB, rupiah melemah 39 poin atau 0,22 persen ke level Rp 17.878 per dolar AS.

>>> Dokter Sarankan Waktu Terbaik Mengenalkan Botol Susu pada Bayi ASI

Pelemahan ini melanjutkan tren negatif setelah pada penutupan Selasa, 2 Juni 2026, rupiah terkoreksi 34 poin ke posisi Rp 17.839 per dolar AS.

Konflik Timur Tengah Picu Aksi Risk Off

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi pemicu utama pelemahan rupiah.

Komando Pusat AS mengumumkan Iran meluncurkan rudal balistik ke beberapa negara tetangga di kawasan tersebut.

Militer AS kemudian melancarkan serangan balasan di Pulau Qeshm, mendorong investor memburu dolar AS sebagai aset aman.

>>> Jokowi Rutin Cek Kesehatan Gigi di Klinik Keponakan, Scaling Hanya 15 Menit

Akibatnya, yen Jepang terperosok ke level 160 per dolar AS, yang langsung direspons dengan intervensi otoritas moneter Jepang.

"Tekanan kenaikan harga minyak mentah mempermudah tekanan penjualan yen untuk meningkat," ujar Hirofumi Suzuki, kepala strategi valuta asing di SMBC.

Ia menambahkan bahwa area 160-161 untuk dolar/yen kemungkinan sedang dipantau.

>>> Dokter Kandungan Ungkap Faktor Ekonomi Tunda Pasangan Lakukan Program Hamil

Sementara itu, indeks dolar AS justru turun tipis 0,01 persen ke level 99.210.

Mata uang utama lainnya juga melemah: euro turun 0,09 persen ke $1,1621, poundsterling merosot 0,07 persen ke $1,3455, dolar Australia melemah 0,05 persen ke $0,7177, dan dolar Selandia Baru turun 0,03 persen ke $0,5924.

Kondisi ekonomi domestik AS yang membaik pasca-pelemahan 2025 turut memperkuat dolar.

"Pasar tenaga kerja AS membaik setelah melemah pada tahun 2025.

>>> IHSG Dibuka Menguat ke Level 6.207 pada Perdagangan 3 Juni 2026

Dikombinasikan dengan inflasi yang tinggi, kami memperkirakan Federal Reserve akan memulai siklus pengetatan suku bunga pada Desember 2026," kata Kristina Clifton, ahli strategi di Commonwealth Bank of Australia.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru