Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan Rabu (3/6/2026) di zona hijau.
Pada pukul 9.01 WIB, indeks naik 11,67 poin atau 0,19% ke level 6.207.
>>> OJK Proyeksikan Suku Bunga Kredit Berpotensi Naik Imbas BI Rate
Pergerakan ini sejalan dengan mayoritas bursa Asia yang optimistis. Indeks seperti NIKKEI 225, TW Weighted Index, Topix, Straits Times, PSEi, KLCI, Shenzhen Comp.
, dan CSI 300 terpantau menguat sejak pembukaan.
Volume perdagangan awal mencapai 866 juta saham. Nilai transaksi tercatat Rp599 miliar dengan frekuensi 76.845 kali.
Sebanyak 233 saham menguat, 161 melemah, dan 248 stagnan.
Menurut riset BRI Danareksa Sekuritas, apresiasi IHSG didorong aksi beli balik pada saham perbankan besar dan konglomerasi. Tekanan dari rebalancing MSCI mulai mereda.
>>> BPS: Inflasi Tahunan Indonesia Naik ke 3,08 Persen pada Mei 2026
Kondisi ekonomi domestik yang stabil turut menopang. Inflasi Mei 2026 tercatat 3,08% year-on-year dan 0,28% month-to-month.
Namun, surplus neraca dagang April 2026 sebesar US$89,1 juta menjadi yang terendah dalam enam tahun terakhir, membatasi ruang penguatan.
Secara teknikal, IHSG diproyeksikan bervariasi dengan kecenderungan menguat terbatas. BRI Danareksa Sekuritas menetapkan support di 6.060 dan resistance di 6.290.
Faktor Global dan Proyeksi Analis
Pelaku pasar mencermati perkembangan geopolitik internasional, rencana rebalancing FTSE Russell pada Juni, serta potensi kembalinya aliran modal asing.
Nilai tukar rupiah yang stabil diprediksi menjadi stimulus positif jangka pendek.
Analis Phintraco Sekuritas menyebut investor mengamati perundingan damai AS-Iran. Presiden AS Donald Trump menyatakan dialog berjalan, sementara Iran menelaah draf kesepakatan.
>>> Harga Bitcoin Anjlok di Bawah US$ 71.000, Tertekan Aksi Jual Perdana Strategy
Secara teknikal, IHSG bertahan di atas MA5 dengan penyempitan histogram negatif MACD dan Stochastic RSI menuju area pivot.
Indeks berpeluang menguji rentang 6.220–6.280.
CGS International Sekuritas Indonesia memprediksi IHSG bergerak bervariasi cenderung menguat dengan support 6.140–6.085 dan resistance 6.250–6.305, didukung penguatan Wall Street dan kenaikan harga komoditas.
Panin Sekuritas memproyeksikan indeks positif seiring gencatan senjata Israel-Libanon dan valuasi pasar yang relatif murah.
Daftar Saham Pilihan Analis
BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan saham SUPA, DMAS, dan KETR. Phintraco Sekuritas memilih AMRT, ENRG, SMGR, SUPA, dan SCMA.
>>> Istana Bantah Kritik Pangkas Rombongan Dinas Luar Negeri Prabowo
CGS International Sekuritas Indonesia merekomendasikan AMMN, PSAB, AMRT, BBNI, ANTM, dan MDKA. Panin Sekuritas memilih SSMS, SCMA, dan ANTM.