⌂ Beranda News Dokter Sarankan Waktu Terbaik Mengenalkan Botol Susu pada Bayi ASI
News

Dokter Sarankan Waktu Terbaik Mengenalkan Botol Susu pada Bayi ASI

Ibu memberikan ASI perah melalui botol pada bayi
Ibu memberikan ASI perah melalui botol pada bayi
A A Ukuran Teks16px

Banyak ibu menyusui khawatir memberikan ASI melalui botol karena risiko bingung puting. Pemilihan waktu yang tepat menjadi kunci agar proses menyusui langsung tidak terganggu.

Menurut dokter dan konselor laktasi, konsultasi terlebih dahulu sangat dianjurkan. Langkah ini membantu memastikan transisi berjalan lancar.

Kapan Waktu yang Tepat?

Pengenalan botol bisa dimulai setelah bayi mampu menyusu langsung pada payudara dengan baik. Jika masih ada kendala saat menyusui, sebaiknya hindari botol dulu.

Usia empat minggu atau satu bulan pasca-persalinan menjadi momen ideal. Ibu bisa mulai memompa ASI setiap selesai menyusui atau saat payudara masih terasa penuh.

Pemompaan bertujuan mengosongkan payudara secara maksimal. ASI perah harus segera dibekukan di freezer.

Ibu perlu mengetahui kebutuhan ASI harian bayi. Konsultan laktasi atau dokter anak dapat membantu menghitung jumlahnya jika ragu.

Target volume botol pertama diperoleh dengan membagi total kebutuhan ASI dengan frekuensi menyusu.

Misalnya, jika bayi minum 24 ons sehari dengan 8-12 kali menyusu, maka setiap sesi sekitar 2-3 ons.

Siapkan botol ukuran 2 ons dan beberapa botol setengah ons sebagai cadangan.

Metode Pemberian Botol Bertahap

Pengenalan botol sebaiknya dilakukan secara bertahap agar bayi memiliki kendali atas aliran susu. Metode ini memudahkan transisi dari payudara ke botol.

Pegang bayi dalam posisi tegak, sentuh bibirnya dengan puting botol, dan tunggu hingga mulutnya terbuka lebar. Pegang botol horizontal untuk memperlambat aliran susu.

Setelah bayi minum 5-10 detik, beri jeda dengan menurunkan botol. Pemberian lambat ini melatih bayi memberi isyarat kenyang, seperti memalingkan muka atau melemaskan kepalan tangan.

Isi botol dengan ASI lebih sedikit dari kebutuhan di awal, lalu tambahkan jika bayi masih lapar. Sisa ASI dalam botol wajib dibuang dua jam setelah sesi minum.

Pastikan siapa pun yang memberi ASI perah menggunakan metode bertahap ini. Cara tersebut memudahkan bayi beralih bolak-balik antara botol dan payudara.

Menjaga Pasokan ASI Perah

Produksi ASI bekerja berdasarkan permintaan dan penawaran. Setiap kali bayi minum dari botol, ibu harus segera memompa untuk mengganti sesi menyusui yang terlewat.

Pompa ASI setelah menyusui di pagi hari karena biasanya menghasilkan lebih banyak. Hasil pompa bisa diberikan dalam botol pada waktu lain atau disimpan di lemari es.

Rutinitas menyusui atau memompa perlu dilakukan 8-12 kali sehari. Jangan biarkan jeda lebih dari 6 jam dalam 24 jam agar pasokan tetap terjaga.

Bayi usia 1-6 bulan biasanya minum 3-5 ons ASI per sesi. Jika hanya minum dari botol, siapkan sekitar delapan botol sehari dengan total 24-36 ons.

Tanda bayi selesai menyusu antara lain berhenti membuka mulut, memalingkan kepala, melengkungkan tubuh, atau tertidur. Jangan paksa bayi menghabiskan botol jika sudah kenyang.

Sisa ASI dalam botol yang tidak habis hanya boleh digunakan kembali dalam waktu maksimal 2 jam. Setelah itu, harus dibuang untuk mencegah risiko kesehatan.

📰 Update Terbaru