⌂ Beranda News Asing Borong Saham DSSA, Harga Melesat 25% Sentuh ARA

Asing Borong Saham DSSA, Harga Melesat 25% Sentuh ARA

Asing Borong Saham DSSA, Harga Melesat 25% Sentuh ARA
Grafik saham DSSA naik 25 persen sentuh ARA
A A Ukuran Teks16px

Investor asing melakukan aksi beli bersih secara diam-diam terhadap saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) pada perdagangan sesi I di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (2/6/2026).

Emiten milik Grup Sinar Mas ini mendadak diburu setelah sebelumnya terus menjadi sasaran aksi jual oleh pemodal internasional.

>>> Pekerja Keluhkan Bantuan Subsidi Upah Rp600.000 Belum Masuk Rekening

Data BEI melalui Stockbit Sekuritas mencatat nilai transaksi beli bersih atau net buy asing pada saham DSSA mencapai Rp29,4 miliar.

Volume perdagangan tercatat sebanyak 49,5 juta saham dengan akumulasi harga rata-rata sepanjang sesi pertama.

Aktivitas belanja senyap ini menempatkan DSSA di peringkat keenam dalam jajaran 10 besar saham yang paling banyak dikoleksi asing.

Fenomena ini kontras dengan kondisi pasar secara keseluruhan, di mana investor asing justru membukukan total transaksi jual bersih atau net sell sebesar Rp354,2 miliar pada sesi I.

Aksi borong tersebut memicu lonjakan harga saham DSSA sebesar 25 persen hingga mentok ke level Rp615, yang merupakan batas Auto Rejection Atas (ARA).

Penguatan masif ini terjadi di tengah laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang melesat tajam 91,47 poin atau 1,49 persen menuju posisi 6.218,8.

>>> Pemprov Jakarta Buka 7.708 Kursi Sekolah Swasta Gratis

Prospek dan Katalis Pemulihan

Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi menilai langkah transformasi bisnis yang dijalankan emiten ini cukup menarik perhatian.

Manajemen memposisikan lini bisnis batu bara sebagai sumber arus kas utama demi mendanai transisi menuju ekosistem infrastruktur digital serta kecerdasan buatan (AI).

Menurut Muhammad Wafi, terdapat sejumlah faktor penggerak yang dibutuhkan untuk memulihkan kembali valuasi saham perseroan ke depan.

Katalis tersebut meliputi rampungnya proses passive outflow FTSE serta realisasi aksi korporasi untuk memenuhi porsi kepemilikan saham publik non-HSC agar kembali masuk perhitungan indeks global.

Selain itu, pelaku pasar memerlukan bukti konkret berupa pertumbuhan pendapatan dari segmen digital terhadap total omzet perseroan.

Sentimen positif juga dinilai butuh dorongan dari aksi akumulasi oleh investor institusi domestik sebagai indikator kepercayaan pasar lokal.

>>> Pemerintah Belum Umumkan Jadwal Pencairan BSU 2026

Analis sekaligus Branch Manager Panin Sekuritas, Elandry Pratama memaparkan sejumlah faktor yang berpotensi mengembalikan minat investasi pada saham DSSA.

Faktor pemulihan mencakup stabilisasi harga saham, perbaikan likuiditas perdagangan harian, serta konsistensi performa laporan keuangan.

Elandry Pratama menambahkan bahwa agenda pembelian kembali atau buyback saham beserta kebijakan korporasi positif lainnya dapat memicu pemulihan harga lebih cepat.

Langkah strategis tersebut sekaligus berpotensi menarik kembali aliran modal asing untuk masuk ke pasar modal Indonesia.

Kendati demikian, para pelaku pasar diimbau untuk tetap waspada mengingat tingkat volatilitas saham DSSA masih tergolong tinggi.

Untuk aktivitas perdagangan jangka pendek, investor disarankan menunggu terbentuknya landasan harga yang lebih kokoh disertai dengan volume transaksi yang mulai stabil.

>>> PLN Buka Suara Terkait Lonjakan Tagihan Listrik Pelanggan

"Sementara untuk target harga, jika sentimen market mulai membaik, DSSA berpotensi rebound ke area Rp650-800 terlebih dahulu dalam jangka menengah," ujar dia.

H
Tim Redaksi
Penulis: Hana
📰 Update Terbaru