Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melonjak 91 poin atau 1,49% ke level 6.218 pada akhir sesi I, Selasa (2/6/2026).
Pilarmas Investindo Sekuritas menyebut penguatan ini dipicu membaiknya indikator ekonomi domestik.
>>> Polisi Bongkar Sindikat Penipuan Investasi Kripto Rp 41,1 Miliar, Libatkan Mantan Artis
Aktivitas manufaktur Indonesia kembali masuk ke zona ekspansi.
Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur naik ke 50,0 pada Mei 2026, dari 49,1 pada April 2026.
Menurut data S&P Global, kenaikan ini didorong oleh peningkatan pesanan baru di pasar domestik yang mencapai level tertinggi sejak Februari 2026.
Faktor lain adalah rilis data inflasi Mei 2026 oleh Badan Pusat Statistik (BPS).
>>> Pemerintah Salurkan PIP 2026 untuk Cegah Putus Sekolah
Inflasi bulanan tercatat 0,28%, sementara inflasi tahunan sebesar 3,08%—masih dalam rentang target Bank Indonesia.
Dari eksternal, neraca perdagangan Indonesia per April 2026 mencatat surplus US$ 90 juta. Ekspor mencapai US$ 25,40 miliar dan impor US$ 25,31 miliar.
Pilarmas menilai kombinasi data tersebut membuat IHSG mampu bergerak berlawanan dengan tren bursa Asia yang cenderung melemah.
>>> Polda Jateng Ungkap Identitas Mantan Artis Sindikat Penipuan Online Solo
Di sisi global, pasar masih waspada terhadap ketegangan geopolitik Timur Tengah yang berisiko mengganggu stabilitas harga minyak.
Laporan penangguhan dialog Iran-AS menambah ketidakpastian, meskipun Presiden AS Donald Trump menyatakan negosiasi tetap berjalan.
Pilarmas menambahkan, pelaku pasar juga mencermati perbedaan sikap antara Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terkait konflik di Lebanon.
Pada sesi I, saham top gainers meliputi NZIA, DSSA, MORE, CUAN, dan BREN. Sementara top losers adalah ELPI, APIC, KJEN, ANDI, dan STAR.
>>> 8 Rekomendasi Mobil Bekas 15 Jutaan untuk Modifikasi
Pilarmas memberikan rekomendasi buy untuk saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) di area 1.760–2.200.